Viral

Film Contagion Viral, Karena Situasinya Mirip Coronavirus

NEW YORK, NY - SEPTEMBER 07: Actress Marion Cotillard attends the "Contagion" premiere at the Rose Theater, Jazz at Lincoln Center on September 7, 2011 in New York City. (Photo by Michael Loccisano/Getty Images)
TIRAS.id

TIRAS.id –Pernah dimuat beritanya di awal Maret 2020 lalu oleh banyak media, termasuk tiras.idmatranews.id dan  beritaenam.com

Film Contagion yang dirilis pada tahun 2011 silam, kini jadi perbincangan, dimana kisah film tersebut mirip dengan wabah Virus Corona saat ini.

Sebuah virus yang gejalanya mirip Virus Corona yang membunuh ribuan orang di beberapa negara.

Mulai menyebar dari Tiongkok untuk menyebar ke seluruh dunia.

Hal yang paling aneh adalah bahwa pada akhir film ternyata penyebab infeksi adalah kelelawar, yang merupakan alasan yang sama bahwa penyakit ini menyebar.

Nama filmnya adalah ‘Contagion’. Disutradarai oleh Steven Soderbergh. Dibintangi: Matt Damon, Kate Winslet, Jude Law & Gwyneth Paltrow. Itu bisa dilihat di Amazon Prime & Netflix.

Dirilis pada 2011, film Contagion itu tiba-tiba viral karena jalan ceritanya yang mirip seperti kasus penyebaran virus Corona dan tengah jadi perhatian dunia. Contagion bercerita tentang wabah yang berasal dari China dan menjadi masalah global.

Genre: Medic Thriller/Thriller/Drama Duration: 1 hr 46 mins

Directed by: Steven Soderbergh

Written by: Scott Z. Burns

Starring: Gwyneth Paltrow, Jude Law, Kate Winslet, Matt Damon, Laurence Fishburne, Marion Cotillard Thrill Rate : **** (4/5)

CONTAGION (2011) : PARANOID AMERIKA PADA VIRUS DAN CHINA

Contagion boleh dikategorikan sebagai film kategori “berat. Fim ini banyak menggunakan istilah-istilah medis.

Dalam tejemahan bebas bahasa Indonesia berarti penularan.  Menilik dari judulnya, film ini menceritakan tentang epidemi suatu penyakit atau virus.

Cerita diawali dengan Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow) yang sedang duduk sambil minum dan makan kacang di sebuah bandara.

Beth nampak tidak sehat dan terbatuk-batuk serta mirip orang yang sedang terkena demam atau flu.

Selanjutnya ada adegan-adegan pendek tentang orang-orang di China, Inggris dan Jepang yang sama sakitnya akibat serangan virus seperti Beth Emhoff dan akhirnya meninggal setelah sebelumnya kejang-kejang dan mulutnya berbusa.

Orang-orang inilah yang menjadi awal petaka penyebaran epidemi virus. Beth akhirnya juga meninggal dan anaknya juga ikut meninggal karena sempat dipeluk oleh ibunya sesaat setelah Beth sampai di rumah.

Suami Beth, Mitch Emhoff (Matt Damon) kebal terhadap virus ini, meski sempat dikarantina di rumah sakit tempat istrinya dirawat.

Anak perempuan Mitch, Jory Emhoff (Anna Jacoby-Heron), yang tinggal di kota lain, juga kebal dan menemani ayahnya setelah bunda dan adiknya meninggal.

Di sinilah dimulai petualangan Mitch dan Jory untuk dapat bertahan hidup di lingkungan yang sudah kacau balau akibat epidemi virus.

Sementara itu, pemerintah Amerika, melalui CDC (Center for Disease Control) dan lembaga kesehatan dunia, WHO (World Health Organization), berpacu dengan waktu untuk menemukan vaksin virus mematikan ini.

Mulai dari dokter, peneliti, dan ahli virus saling bahu membahu untuk menemukan vaksinnya. Virus ini masuk kategori mematikan dan diduga berasal dari virus yang ada pada kelelawar dan babi yang kemudian bergabung dan membentuk strain baru.

Cara penularannya adalah kontak langsung dengan pengidap atau melalui barang-barang yang sudah disentuh oleh pengidap virus.

Orang yang telah terjangkiti bisa mati dalam waktu kurang dari 8 jam.

Agen intelejen khusus epidemi dari CDC yang menyelidiki kasus ini adalah Dr. Erin Mears (Kate Winslet), kepala tim CDC (atasan Erin) yaitu Dr. Ellis Cheever diperankan oleh Laurence Fishburne.

Pada kondisi chaos seperti ini, agar film ini lebih seru, dimasukkanlah Alan Krumwiede (Jude Law), seorang blogger yang ngakunya jurnalis freelance, untuk memancing di air keruh.

Alan yang ternyata kebal virus, dalam video di blognya, berpura-pura sakit dan minum forsythia (obat yang kata Alan manjur untuk virus ini) agar dia sembuh.

Alan juga menuding pemerintah Amerika Serikat memiliki konspirasi dengan perusahaan farmasi sehingga forsythia dibatasi.

Begitu pula dengan pembuatan vaksin anti virus ini yang dirahasiakan agar kalangan tertentu saja yang bisa mendapat manfaat pertama kali dari vaksin ini.

Di belahan dunia yang lain, yaitu China, seorang peneliti dari WHO, Dr. Leonora Orantes (Marion Cotillard) yang sedang melaksanakan penyelidikan mengenai penyebaran virus ini, harus menghadapi situasi yang diluar dugaan.

Dia disandera oleh pemerintah China dengan tebusan vaksin virus ini, karena korban terbanyak akibat virus mematikan ini adalah China.

Dalam film ini, China juga dituding sebagai asal muasal penyebaran virus, karena sebelum sakit dan meninggal, para penyebar virus di Inggris, Amerika, dan Jepang sempat melakukan perjalanan ke China.

Secara umum, film ini lebih kompleks dari film yang bertemakan epidemi virus, seperti Outbreak (1995) atau The Crazies (2011), sebagai contoh.

Kekuatan film ini berada pada plot yang semakin membuat orang menjadi ingin lebih tahu. Pertanyaan-pertanyaan dasar sepanjang film seperti, siapa penyebar virus ini dan benarkah ada konspirasi dibalik penyebaran virus ini, terjawab satu persatu.

Berbagai karakter yang ada di film ini memang tidak dieksplorasi secara kuat, mungkin agar penonton dapat berpikir secara global tanpa harus mengetahui latar belakang seluruh karakter utama yang terlibat.

Hal positif yang bisa kita petik dari Contagion ini. Seperti misalnya tentang cepat tanggapnya CDC dalam menangani epidemi virus ini atau juga pelajaran hidup tentang kerelaan untuk berkorban demi kemaslahatan orang banyak.

Seperti yang dilakukan seorang ahli virus yang menyuntik dirinya sendiri dengan prototype vaksin yang dia sendiri juga belum tahu efeknya.

Eng-ing-eng.  Jika diatas hanyalah film. Ada kenyataan virus yang bernama Coronna, siapkan tubuh Anda menjadi lebih sehat. Perbanyak minum vitamin.

https://pimpinanmedia.id/

Total Page Visits: 202 - Today Page Visits: 8
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan