google.com, pub-6135897251816907, DIRECT, f08c47fec0942fa0
GAYA HIDUP

Densus Digital Beri Pelatihan Pebisnis Gaya Hidup

Kiat Mencari Fulus Di Era Pandemi Covid-19

TIRAS.id

Dunia hari ini, ibarat sebuah rumah sakit yang besar. Dan kita tergeletak di dalamnya dan hanya berpikir untuk tetap sehat dan tetap hidup.

https://www.myedisi.com/matra/4098

TIRAS.id — Masih adakah bisnis gaya hidup saat ini?

Dalam periode Covid-19 yang mewabah, memang mengubah gaya hidup masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Starbuck sepi, kafe sepi, mall sepi.

Seakan semua orang memencet tombol reset, untuk kita ke titik awal. Semuanya berubah. Terjadi begitu saja, dan memaksa hidup kita berubah.

Kalau boleh jujur, perubahan itu bukan hal yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman. Perubahan selalu dan pasti terjadi. Semua tergantung kita, apakah kita menyelaraskan perubahan itu dengan hidup kita.

Jarang terdengar ajakan, “kita ngopi-ngopi yuk.”

Padahal, ada periode ‘ngopi’ untuk menghilangkan penat. Kedai kopi pun sebagai ruang publik untuk saling guyub berinteraksi.

Mendadak kita semua takut keluar rumah, takut berkerumun, aktivitas di luar dibatasi. Apa-apa serba dari rumah.

‘Pembatasan sosial’ menjadikan kita  dalam “pengembalian” kehidupan sosial kita ke titik yang wajar.

Saat ini, prioritas konsumen, terutama yang menengah atas dalam berbelanja produk adalah safety dan higienitas-nya dulu.

Jika ingin makan ke restoran, maka yang pertama dilihat adalah apakah restorannnya sudah mengikuti protokol kesehatan atau tidak.

Dalam membeli kendaraan jenis premium, agak menahan diri. Perusahaan optimalkan branding di media digital (sosial) atau mainstream, yang memang sasarannya kalangan itu.

New Normal adalah sebuah terapi psikis dan efek kejut

Situasi sekarang, banyak orang “kaya” — apalagi kelas menengah — yang kembali situasi “resesi” alias rem sana-sini. Kalau enggak perlu keluar uang, ya disimpan saja untuk merancang hari esok.

Dunia hari ini, ibarat sebuah rumah sakit yang besar. Dan kita tergeletak di dalamnya dan hanya berpikir untuk tetap sehat dan tetap hidup.

Yang tetap berjalan adalah bisnis digital semacam webinar. Ini malah dijadikan menjadi peluang bisnis, para pakar untuk mendapatkan honor. Kadang, kita bingung juga mengikutinya, saking banyak diundang webinar.

Kalau peluang bisnis cairan disinfektan, faceshield, sarung tangan hingga jasa kurir, masih oke. Berkait banyak orang yang mendadak terjun bisnis kuliner.

Menjual ramuan herbal hingga bisnis makanan sehat dan higienis.

Nah, saya bersama tim Densus Digital juga membantu mereka, yang masuk bisnis digital.

Banyak yang ingin belajar online, jasa pembuatan web dan design online hingga memahami artificial intelligence. Termasuk membuat narasi features, keyword agar menarik.

Diseminasi kebijakan online agar UKM atau para pebisnis, di era persaingan sekarang ini bisa muncul informatif di google. Begitu banyak pasar yang bisa dijangkau lewat digital.

Inovasi ekosistem dan integrasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kewirausahaan. Ya, semoga bisa membantu perputaran roda ekonomi di Indonesia.

Tertarik gabung? atau membawa perubahan?

Info lain? klik  backlink

Densus Digital  (https://www.densusdigital.id/) 

Hotline Whatsapps: 0816-1945-288

S.S Budi Rahardjo MM

Tinggalkan Balasan