rilis

Prof Ryaas Rasyid Menjadi Pembicara di Universitas Pramita Indonesia Sekaligus Lantik Pengurus MIPI

Asri Hadi Dewan Pengurus MIPI Pusat selaku Humas MIPI pose sejenak bersama Dewan Pembina MIPI
TIRAS.id

Bupati Tangerang Dr (C) Achmed Zaki Iskandar bersama Prof M Ryaas Rasyid M Ph.D

TIRAS.id — Begawan Pemerintahan Prof Ryaas Rasyid menjadi pembicara di acara Seminar Nasional Universitas Pramita Indonesia, bertopik: Tantangan Pelayanan Publik Dalam Penyederhanan Birokrasi.

Acara berlangsung di Gedung Graha Widya Bakti Puspitek dengan pembicara lain, Dirjen Otonomi Daerah mewakili Prof H Muhammad Tito Karnavian, Dr. A Zaki Iskandar Bupati Tangerang dan H Jufri Rahman (Staf ahli Menpan RB) dengan moderator H Soma Atmaja (Kepala Badan Pendapatan Daerah Kab Tangerang).

“Setiap saat di berbagai tempat, dimanapun orang-orang berkumpul berbicara tentang birokrasi, apalagi otonomi dan desentralisasi, pendapat Prof. Ryass menjadi rujukan utamanya,” ujar Asri Hadi, Humas MIPI tentang  Prof. Ryaas adalah kelahiran Makassar, 7 Desember 1949.

Asri Hadi (dosen dan jurnalis) ini  menyebut, Prof Ryaas Rasyid membawa segudang ilmu pada momen yang tepat. Alumnus Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Makassar; Institut Ilmu Pemerintahan di Jakarta; master dan doktoral (philosophy doctoral) dalam ilmu politik diraih di University of Hawaii, Amerika Serikat.

Prof. Ryaas kembali dari Amerika tahun 1994.  Awal Reformasi, saat menjabat sebagai Rektor Institut Ilmu Pemerintahan dan Anggota MPR RI, dia diangkat merangkap jabatan sebagai Direktur Jenderal Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bahkan sempat merangkap juga sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri. Tiga jabatan itu dia rangkap sampai berlangsungnya Pemilu 1999.

Setelah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai Presiden, Prof. Ryaas dipromosikan ke jabatan Menteri Negara Otonomi Daerah, kemudian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN). Setelah mundur dari Menteri PAN, Prof. Ryaas mendirikan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan lolos masuk DPR periode 2004-2009. Tahun 2009-2014, Prof. Ryaas menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Prof. Ryaas telah menulis puluhan bahkan ratusan makalah dan menerbitkan berapa buku. Antara lain, buku berjudul Penjaga Hati Nurani Pemerintahan. Ada juga buku tentang pengalamannya dengan tiga orang Presiden RI, yakni Soeharto, Gus Dur dan SBY.

Di tahun 1972, Ryaas mengawali karirnya di pemerintahan sebagai staf umum biro kepegawaian Kota Makasar, lalu berpindah-pindah bagian mulai dari menjadi staf administrasi bagian pemerintahan, staf tata usaha. Empat tahun lamanya Ryaas bertugas sebagai lurah. Dalam masa kepemimpinannya, Ryaas berhasil menjadikan Kelurahan Melayu menjadi kelurahan terbaik di Makassar.

Setelah purna tugas sebagai lurah, Ryaas memutuskan melanjutkan sekolah di IIP Jakarta. Ketekunan dan keuletannya mengantarkan ayah satu orang putera ini mendapat predikat lulusan terbaik di angkatan 1977.  Ryaas dosen di IIP, peneliti sekaligus menjadi staf khusus Irjen Depdagri. Di September 1994, Ryaas dipercaya untuk menduduki kursi rektor IIP.

Dalam acara yang seminar yang dihadiri Dr Wahidin Halim, Gubernur Banten juga ada acara pelatikan MIPI (Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia) Banten. Ketua Dewan Pertimbangan MIPI Prof Dr Ryaas Rasyid melantik mereka.

 

Total Page Visits: 83 - Today Page Visits: 1
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan