GAYA HIDUP

PHK: Pijakan Hidup Kaya, Memaknai Gaya Hidup Baru

TIRAS.id

TIRAS.id — Sebuah perubahan kecil juga bisa berujung pada sebuah hasil yang spektakuler. Jangan lupa, kuasa doa, besar kuasanya.

Terlepas dampak Virus Corona-19,  kita harus berpikir pada New Normal. Gaya Hidup baru.

Survival Mode

Perlu sikap mawas diri dan saling bahu membahu. Jangan cuma bisa mengeluh. Jangan panik, realistis menghadapi situasi.

Kita bisa saja menarik permaknaan sesuka hati kita, namun pemaknaan yang tidak jujur tidak akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

Misalnya, tentang PHK. Ada yang mengganggap kalimat PHK sebagai momok yang menakutkan. Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK dianggap  membuat semuanya berakhir.

Faktanya, banyak orang yang justru menjadi kreatif setelah mengalami kejadian ‘memilukan’ tersebut.

Bahkan tak sedikit dari mereka yang menjelma menjadi jutawan dengan penghasilan yang berlipat-lipat dibanding saat ia masih berstatus karyawan.

Rintihan vs Optimistis

Pandangannya nanar, langkahnya gontai dan sekujur tubuhnya terasa lemas. Perasaan si “bos” berubah kacau, begitu ia meninggalkan ruangan HRD dengan selembar kertas di tangannya.

Ia dan kelima rekannya yang sudah tujuh tahun bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang advertising itu dinyatakan berhenti alias di-PHK. Dalih yang dipakai manajemen untuk mengambil kebijakan itu adalah kondisi perusahaan yang limbung akibat macetnya order.

Bukan surat itu yang membuat pikirannya kacau, melainkan imbas yang akan dirasakan akibat keputusan itu selanjutnya.

Bisa dipastikan, penghasilan tiap bulan yang ia terima akan terhenti. Padahal beban yang mesti ia ditanggung tidaklah ringan.

Ia harus membiayai hidup istri dan juga kedua anaknya yang kini duduk di bangku SD. Belum lagi cicilan sepeda motor yang masih harus dilunasi satu tahun lagi.

Sementara untuk mendapatkan pekerjaan baru bukan perkara mudah di tengah kondisi ekonomi yang sedang carut marut belakangan ini.

Itulah sekilas gambaran “rintihan” orang yang tak siap menghadapi PHK.

Kita pernah mengalami PHK melibatkan ribuan karyawan dari puluhan perusahaan sebagaimana kasus PHK massal pada 1998 lampau.

Di penghujung bulan ini, isu PHK kembali santer terdengar. Sejumlah perusahaan berteriak, mereka mengaku tidak kuat menanggung beban produktivitas yang semakin tinggi akibat terkena imbas krisis dan virus covid.

Situasi yang terasa nyaman ketika masih bekerja, seolah lenyap seketika ketika terjadi PHK.

Dari seorang yang begitu “berkuasa” dan memiliki banyak anak buah di perusahaan tiba-tiba menjadi seseorang yang tidak punya apa-apa lagi.

Dari hari-hari yang diisi dengan kegiatan yang begitu terprogram, tiba-tiba menjadi tidak punya kegiatan lain selain mencari lowongan kerja baru. Ya, revolusi Corona.

Situasi ini tidak  urung menimbulkan berbagai “luka psikologis”. Kita memang perlu menghargai hidup dan mengisi hal yang lebih berguna, di tengah misteri kehidupan.

Doa memiliki sebuah kekuatan yang maha dahsyat, jika diucapkan dengan benar oleh mereka yang percaya, tak ada yang mustahil dalam kuasa doa. Apa yang seringkali kita anggap biasa, ternyata memiliki kuasa dan dampak yang luar biasa.

Kabanyakan kita berdoa hanya untuk sekedar menaikkan keinginan kita, momohon kesembuhan atau sedang berada dalam sebuah pergumulan yang berat.

Kita jarang menyadari bahwasanya doa adalah komunikasi dua arah antara manusia dengan Sang Pencipta.

Doa tidak hanya memanjatkan apa yang kita harapkan, namun juga berusaha mengerti kehendak Allah.

Situasi Krisis Versi Jokowi: Klik ini SUPER TV

 

Total Page Visits: 69 - Today Page Visits: 1
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan