Pemilik 800 Rekening Terkait Dugaan Korupsi PT Asuransi Jiwasraya Di Gedung Bundar Kejaksaan

Apakah Datanya Ikut Terbakar?

TIRAS.id

TIRAS.id — Informasi mengalir deras ke redaksi TIRAS.id mengenai perihal kebakaran kantor Kejaksaan Agung yang ludes terbakar.

Dari kasus besar yang menjadi sorotan publik melibatkan para jaksa diantaranya adalah kasus Novel Baswedan dan Kasus Korupsi Cessi (Djoko Tjandra).

“Jangan lupa, Gedung Bundar juga pernah melakukan status praemblokiran sekitar 800 rekening efek terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero), yang memasuki persidangan,” ujar mister A, nara sumber yang enggan disebut namanya.

Kejaksaan Agung (Kejagung) mendapat data verifikasi mengenai kerugian negara sebesar Rp 16 triliun.

Di lain sisi, deretan Jaksa yang malah diadili karena kasus korupsi juga sedang berjalan.

Perkara pencucian uang di perusahaan agen umrah First Travel hingga mafia narkoba menjadi rumors seru di dunia sosmed. Tentunya dengan asumsi dan analisi di sana-sini.

Apakah ini ada upaya menghilangkan bukti-bukti kasus besar di Indonesia saat ini? Kasus besar apa saja yang sedang menjadi obrolan publik?

Para netizen bertanya-tanya kenapa kebakaran terjadi pada hari Sabtu saat libur? Bukankah kantor-kantor pemerintah masih menerapkan WFH yang menerapkan protokol covid dan keamana yang ketat?

Bila ada faktor human error, apakah ini tanda protokol tidak dijalankan dengan baik?

“Gimana kalau kita bertemu, saya enggak bisa bicara di telepon, karena takut disadap,” ujar nara sumber menghubungi TIRAS.id.

Tatkala sabtu sore hari telah terjadi kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jl. Sultan Hasanuddin Dalam No.1, RT.11/RW.7, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

Kebakaran di  Kejaksaan Agung yang memakan waktu pemadaman hingga lebih dari 12 jam. Saat ini lokasi kebakaran masih dalam proses pendinginan.

Polisi akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),  menunggu keputusan dari pihak Damkar. Jajaran kepolisian akan melaksanakan pemasangan police line, baru setelah itu akan melaksanakan olah TKP.

Gedung milik Korps Adhyaksa itu terbakar api yang diperkirakan berasal dari lantai tiga. Hanya saja hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Total ada 65 mobil pemadam termasuk dua unit Bronto Skylift yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Adapun untuk renovasi gedung ini, nantinya akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, gedung ini masuk ke dalam bangunan cagar budaya yang dilindungi.

 

 

Tinggalkan Balasan