Menatap Masa Depan BNN: Siapa Pemimpin yang Tepat untuk Perang Melawan Narkoba?

oleh -0 Dilihat
oleh
Gunakan Teknologi Citra Satelit, Polda Sumut Temukan 150 Ha Ladang Ganja

Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Masuk Radar Jadi Kepala BNN

TIRAS.id — Menatap Masa Depan BNN: Siapa Pemimpin yang Tepat untuk Perang Melawan Narkoba?”

Pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas utama di Indonesia. Suara yang mengemuka dari berbagai kalangan menegaskan bahwa pemimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) haruslah sosok yang berintegritas dan memiliki pemahaman mendalam terhadap permasalahan narkoba.

Salah satu polisi yang kini menjadi pengajar di sebuah universitas terkemuka menyatakan, “Saya setuju, penanganan narkoba harus dipimpin Kepala BNN yang berintegritas. Sosok yang mengerti permasalahan narkoba.”

Pernyataan ini menjadi sorotan setelah disebutkan bahwa BNN ‘melempem’, bahkan LSM RIDMA Foundation menilai Kepala BNN harus menjadi sosok yang benar-benar memahami permasalahan narkoba agar BNN tidak berjalan “autopilot.”

Salah satu nama yang diusulkan sebagai kandidat yang patut dipertimbangkan adalah Irjen Pol Agung Setya, Kapolda Sumut.

Seorang polisi dengan gelar Doktor ini memberikan masukan bahwa Irjen Pol Agung Setya sudah lama berpengalaman di Bareskrim dan pernah menjadi salah satu kandidat pada periode sebelumnya.

Keberhasilannya dalam menemukan ladang ganja terbesar di Indonesia menggunakan teknologi citra satelit dan drone menunjukkan dedikasinya terhadap perang melawan narkoba.

Nama Irjen Pol Agung Setya, menurut pria yang dikenal akademis dan mengerti lapangan seluk beluk narkoba, adalah pas figur dalam pemberantasan narkoba, membanding nama lain yang sekarang ini beredar.

Seperti diketahui, memang nama lain seperti Irjen Wahyono Irtama dari BNN, Irjen Pol. Krisna Siregar, Gubernur Akpol, dan Irjen Pol Wayan Sugiri dari Pemberantasan BNN juga menjadi sorotan.

Tak ketinggalan, mantan Kapolda Banten, Irjen Rudi Heriyanto, juga muncul sebagai kandidat yang dianggap layak untuk memimpin BNN.

Pilihan seorang pemimpin haruslah didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap manajemen BNN dan kemampuan untuk mengatasi permasalahan narkoba.

Keputusan Presiden Jokowi dalam menentukan siapa yang akan menggantikan Komjen Petrus Reinhard Golose sebagai Kepala BNN sangat dinantikan oleh masyarakat.

Pilihan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan mengakhiri dualisme antara BNN dan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dalam upaya pemberantasan narkoba.

Poinnya adalah harapan masyarakat adalah agar institusi BNN kembali trengginas di bawah kepemimpinan yang baru.

Semua ini, tentu saja, harus diwujudkan dengan menghindari dualisme dan bersaing dalam upaya positif untuk memberantas bahaya narkoba di Indonesia.

 

Gunakan Teknologi Citra Satelit, Polda Sumut Temukan 150 Ha Ladang Ganja

 SUARA-PEMBARUAN.com, News Aggregator