Joko Widodo: “Jadilah Orang Penting Yang Baik.”

oleh -0 views

TIRAS.id — “Saat orang berkata buruk tentang kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka. Itu tandanya, kehidupan kita lebih indah.”

“Kehidupan adalah kerja dan cinta.  Itu harus kita jalani dengan sederhana saja.”

“Bangsa Indonesia tidak ingin menjadi macan, melainkan menaklukkan macan. Karena bangsa Indonesia tidak ingin ditakuti, melainkan harus jadi bangsa yang disegani.”

“Dalam memimpin, saya jadikan rakyat sebagai konsumen. Dan konsumen itu, adalah raja!”

“Saat seseorang tak menemukan celah untuk mencari kesalahan kita, cara yang digunakan adalah fitnah.”

“Jika ingin lebih maju, maka rakyat juga harus bekerja sama. Bukan hanya mengulurkan tangan kepada pemimpin INI, ITU”

“Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu memecah keheningan, menerobos dengan gebrakan. Bukan yang mononton dan rutinitas sehingga membosankan.”

“Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting jadi orang baik. Dan, yang terpenting lagi, jadilah orang penting yang baik.”

“Melihat dengan mata kita. Mendengar dengan telinga kita. Berbicara dengan suara kita.”

“Pemimpin rakyat lahir dari rakyat.”
“Pemimpin adalah ketegasan tanpa ragu.”
“Pemimpin itu harus bisa melihat hal kecil yang perlu diperbaiki.”

“Kalau perkampungan membaik, maka secara otomatis perkotaan akan membaik juga.”

“Masa kecil saya adalah pembelajaran pertama tentang bagaimana untuk memahami kehidupan sebagai rakyat kecil”

“Kehormatan hidup itu ada ketika namamu melekat di hati orang-orang di sekitarmu dan kerjamu bermanfaat untuk mereka dan rakyat banyak.”

“Jangan takut untuk mendobrak kebiasaan lama dengan cara dan pemikiran yang keluar dari pakem.”

“Perubahan, tidak akan pernah ada tanpa kemauan dan keberanian yang juga harus diiringi kebersamaan.”

“Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi sering kali, ketakutan kitalah yang membuat jadi sulit.”

“Jadi, janganlah mudah menyerah.”

“Ibadah yang berkualitas itu tampak dari perilakunya. Rendah hati dan tidak emosional”

“Kalau kita ingin maju, ya harus berubah. Kalau mau berubah tapi diam saja, ya namanya MENGKHAYAL…!!

“Dalam memimpin, saya jadikan rakyat sebagai konsumen. Dan konsumen itu, adalah raja!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.