rilis

BNPP Gelar Rapid Test Covid-19 Bagi ASN Kantor Pusat dan PLBN

TIRAS.id

“Rapid test Covid-19 bukan hanya digelar bagi ASN di kantor pusat BNPP saja, tetapi juga ASN yang bertugas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tersebar di tiga Provinsi.” —  Suhajar Diantoro.

TIRAS.id — Humas BNPP menyebar rilis mengenai Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), yang menggelar rapid test Covid-19 bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BNPP.

“Rapid test Covid-19 bukan hanya digelar bagi ASN di kantor pusat BNPP saja, tetapi juga ASN yang bertugas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tersebar di tiga Provinsi,” ujar Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris BNPP, Suhajar Diantoro.

Masih dalam keterangan pers itu disebutkan, ada rencana nanti PLBN juga segera rapid test.

“Ya mudah-mudahan lancar, melalui rapid test ini bisa kita evaluasi kondisi kesehatannya terkait dengan protokol Covid-19,” ujar Suhajar, di Kantor BNPP, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2020).

Pelaksanaan rapid test ini dilaksanakan oleh Poliklinik Kantor BNPP yang bekerjasama dengan Kimia Farma.

Para ASN BNPP melaksanakan rapid test secara bergantian tanpa meninggalkan aturan physical distancing.

Koordinator Poliklinik BNPP, Dr.Etty, menjelaskan rapid test yang dijalani oleh ASN BNPP merupakan rapid test serum dimana darah yang ditest diambil dari pembuluh darah vena.

Dalam penjelasan dr Etty,  rapid test dengan metode ini mempunyai akurasi lebih tinggi yaitu sekitar 77 persen dibanding rapid test dengan metode kapiler yang tingkat akurasinya hanya 54 persen.

“Kalau dari vena akurasinya 77 persen lebih, itu diambilnya harus sama analis orang lab karna enggak sembarangan ngambil darahnya. Makanya kita kerjasama dengan Kimia Farma,” kata Dr.Etty.

Jika hasil rapid test pertama menunjukkan hasil negatif maka rapid test akan diulang yaitu 7-10 hari setelah rapid test pertama dilakukan.

Dr Etty menjelaskan kemudian, jika hasil rapid test pertama menunjukkan hasil positif maka ASN akan dipanggil dan langsung di test kembali ketika hasil laboratorium keluar.

Dalam konteks ini, disebutkan ada kebutuhan untuk 800 ASN PLBN. Maka, alat rapid test akan dikirimkan ke tujuh PLBN yaitu PLBN Wini, PLBN Motaain, PLBN Motamasin (Provinsi Nusa Tenggara Timur); PLBN Skouw (Provinsi Papua); PLBN Aruk, PLBN Badau, PLBN Entikong (Provinsi Kalimantan Barat).

Diperkirakan rapid test di PLBN akan dilaksanakan pada minggu depan.

Secara teknis, BNPP menyerahkan penyelenggaraan rapid test kepada pihak PLBN sehingga antara satu PLBN dan lainnya dapat menyelenggarakan rapid test dengan waktu berbeda.

Rapid test akan diikuti oleh seluruh ASN BNPP yang bekerja di PLBN kecuali petugas Custom, Immigration, Quarantine, Security (CIQS). Test Covid-19 untuk CIQS PLBN akan diserahkan ke Kementerian dan Instansi masing-masing.

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini

 

Total Page Visits: 57 - Today Page Visits: 5
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan