Viral

Anjan Pramuka: “Bandar Jangan Masuk ke Lingkungan Kita & Jangan Sampai Narkoba Beredar di Desa.”

Anjan menerima Pengurus Asosiasi Media Digital Indonesia di studio radio BNN, Jakarta
TIRAS.id

 

Jenderal polisi yang secara track record “galak” terhadap bandar narkoba ini terus membangkitkan kesadaran, bahwa rakyat Indonesia harus berani melawan bahaya narkoba. Ia punya resep benteng keluarga dan iman.

 

TIRAS.id — “Jangan diberikan ke aparat saja, masyarakat sendiri harus bisa mengantisipasi jangan sampai Narkoba masuk ke wilayahnya,” ujar Irjen (Pol) Drs Anjan Pramuka Putra SH M.hum, yang merupakan Deputi  Pencegahan BNN.

Jenderal polisi yang secara track record “galak” terhadap bandar narkoba ini terus membangkitkan kesadaran, bahwa rakyat Indonesia harus berani melawan bahaya narkoba. Iman dan benteng keluarga, harus terus diperkuat.

Perwira tinggi Polri yang ramah dan bersahabat ini, tak hanya di belakang meja tapi keliling Indonesia, mengajak semua insan aparat desa dan media massa, baik elektronik, cetak atau digital untuk trengginas melawan bandar narkoba.

“Kita sama-sama cegah, agar bandar jangan masuk ke lingkungan kita, termasuk juga jangan sampai beredar di desa,” pria kelahiran Semarang ini, suatu kali, tentang program Bersinar, Desa Cegah Narkoba.

Anjan tak pelit ketika diajak ngobrol dan cerita off the record, di balik kasus narkoba.

Kini, pria punya pengalaman sangat panjang dan banyak mendapat penugasan di wilayah kejahatan narkoba ini, menggerakan lintas sektoral departemen menyiapkan edukasi cegah, di era digital yang canggih.

Sering mendapatkan penugasan keluar Negeri seperti Jepang, Singapura, Thailand, USA, Iran, Malaysia, Kamboja, Australia, Vietnam, Kolombia, Perancis, Austria,dan India. Ia melihat jaringan narkoba dari luar negeri sangat kuat, dan Indonesia menjadi sasaran pemerasan barang haram

“Kita sama-sama gerakan masyarakat untuk menjadi bagian dari pencegahan narkoba, jangan hanya BNN yang bergerak. Yuk, kita sama-sama,” demikian tiga bersaudara ini, sambil memperlihatkan radio BNN, sebagai sarana edukasi.

Anjan mengakui, tantangan untuk mengatasi permasalahan narkoba sangat berat, namun ia tetap optimis dengan program BNN di 2020 yang dijalani, termasuk menggerakan tokoh agama, kaum pendidik, intelektual dan LSM termasuk pimpinan media massa.

Lelaki kelahiran 21 Januari 1963 ini mengingatkan semua pihak untuk semua pihak tak lagi santai-santai menghadapi situasi saat ini. “Teruslah berbuat yang terbaik untuk bangsa ini,” ujar Anjan di awal tahun 2020 ini, dengan suka cita dan optimis.

Anjan menerima Pengurus Asosiasi Media Digital Indonesia di studio radio BNN.

 

 

Total Page Visits: 42 - Today Page Visits: 3
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan