google.com, pub-6135897251816907, DIRECT, f08c47fec0942fa0
NASIONAL

Mereka Yang Bekerja Tulus Untuk Bangsa dan Negara

TIRAS.id

TIRAS.id — Masih dalam rangkaian ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan tanda kehormatan kepada 53 tokoh yang dianggap layak dan memiliki kontribusi terhadap bangsa.

Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Maruf Amin dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, disambung mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Presiden.

Acara digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Jokowi dan tamu yang hadir tampak mengenakan masker dan menjaga jarak.

Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto pun membacakan isi Keputusan Presiden 51, 52, 53/TK Tahun 2020 tanggal 22 Juni 2020 dan No 79, 80, 81 TK Tahun 2020 tanggal 12 Agustus 2020

Kriteria pemilihan tokoh-tokoh ini sesuai dengan UU No 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Bintang Tanda Jasa Diberikan Dalam Rangka HUT ke-75 RI

Salah satu penerimanya adalah mantan Duta Besar Meksiko Komjen (p) Drs Ahwil Lutan MM, MBA, dengan penghargaaan Kepeloporan.

“Saya termasuk orang yang bangga dengan medali penghargaan yang diterima pak Ahwil Lutan,” ujar Hj. Erie Vitria Trisanty, MA, yang merupakan istri dari seorang polisi juga.

Menjadi bagian dari organisasi Bhayangkari, Erie mengaku mengenal Jenderal Ahwil Lutan dengan sepakterjang saat sebelum menikah, termasuk ketika mengumpulkan beberapa rekan jurnalis yang peduli bahaya narkoba.

Saat Bhayangkara itu bekerja allout, tanpa dukungan dana institusi yang saat itu belum punya anggaran, tapi sudah membuat sejarah. Menjadi pelopor di BKNN, cikal bakal BNN.

 

Selfie Kepala BNN RI

Tak sekedar dalam kegiatan off air, tapi Ahwil mencatat sejarah di UNODC, bahwa majalah HealthNews yang merupakan majalah gaya hidup sehat itu menjadi media against drugs yang direkomendasikan oleh UNODC dari Indonesia.

HealthNews merupakan produk kerjasama dengan NGO Ridma Foundation, yayasan anti narkoba yang para anggota-nya jurnalis senior.

Ahwil juga mencatat sejarah, tatkala project Alternative Development-nya di Aceh berjalan.

“Saya mengidolakan Ridma Foundation dan selama ini ikut mempromosikan ke luar karena semangat dan tujuannya sejalan dengan jiwa aku,” penerima beasiswa British Chevening Award yang sudah aktif di cegah narkoba LSM Bersama, saat masih eranya Bakolak Inpres 71.

Mantan diplomat/officer di ASEAN Secretariat itu mengaku sejak 2000 lalu, aktif di Ormas Granat.

Selama ini Erie mengaku selalu mendapat kepercayaan dari pak Ahwil Lutan dan pak Togar Sianipar.  Dan baru dua bulan lalu, aktif di webinar karena situasi pandemi virus covid 19 ini.

Togar Sianipar.

“Sering diminta bantu purnawirawan yang hebat-hebat untuk sharing ilmu dan wawasan,” tutur perempuan yang 17 tahun mengelola berbagai program kerjasama multilateral G2G bidang anti-narkotika, kejahatan lintas batas, hukum, media/komunikasi, sosial-budaya dan bencana alam tingkat Asia Tenggara ini.

Mantan Putri Kebaya dan finalis Putri Ayu di awal tahun 90-an itu aktif masuk sebagai bagian dari webinar sebagai budaya organisasi baru, merupakan singkatan dari web dan seminar.

Bekas anggota Paskibraka di KJRI Melbourne dan memiliki hobi musik jazz, bermain piano, kolintang, menari dan menyanyi itu bisa disebut istri diplomat muda.

Suaminya seorang perwira polisi Kombes Pol H Chaidir, SH, MSi, MPP yang mantan atase polisi di Kuala Lumpur Malaysia.

Sebelum menjadi istri polisi, Erie bekerja di Asean Secretariat sampai 2017. Setelah menikah, ia bekerja untuk kantornya yang mengerjakan program di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Bank Dunia (World Bank) serta lembaga donor asing untuk kawasan Asia Pacific.

Bekerja di US Embassy-Jakarta menangani program kepemudaan, Erie mengaku ikut berbagai ormas anti-narkotika sejak tahun 1998.

Kini Dewan Pakar Ormas Granat ini kerap ditugasi sebagai “The Moderator” untuk isu anti-narkotika dan obat-obatan terlarang.

Erie mengaku, spesialisasinya menyusun dan mengembangkan konsep untuk seminar/training, memfasilitasi berbagai sesi untuk narasumber, diskusi, tanya jawab dan quiz.

baca juga: Sisi Lain Penggiat Anti Narkoba di Asia Tenggara

 

baca juga: https://beritaenam.com/sejauh-mana-pelaksanaan-program-alternative-development-di-provinsi-aceh/

 

klik juga: Tiga Mantan Duta Besar RI Mengungkap Mata Rantai Jaringan Narkotika Dunia

Pemred majalah HealthNews Ahwil Lutan bersama S.S Budi Raharjo MM (Pemred Matra & CEO majalah Eksekutif) serta Asri Hadi (pemred Indonews.id)

Tinggalkan Balasan