Gaya HidupinternasionalKawula MudaKesehatan

Wajahnya Ingat, Namanya Lupa: Ternyata Ada Cerita di Balik Cara Otak Bekerja

26
×

Wajahnya Ingat, Namanya Lupa: Ternyata Ada Cerita di Balik Cara Otak Bekerja

Sebarkan artikel ini

TIRAS.idWajahnya Ingat, Namanya Lupa: Ternyata Ada Cerita di Balik Cara Otak Bekerja

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang wajahnya terasa sangat familier, tetapi nama orang itu sama sekali tidak muncul di kepala?

Anda tahu pernah bertemu. Bahkan mungkin masih ingat tempat pertemuannya, cara dia tersenyum, atau percakapan yang pernah terjadi. Tetapi ketika harus menyebut namanya, otak mendadak seperti kehilangan arsip.

“Wah, siapa ya namanya?”

Pengalaman seperti ini cukup umum. Kita bisa mengenali wajah seseorang yang pernah ditemui berbulan-bulan lalu, tetapi gagal mengingat namanya.

Menurut Jojo, seorang media coach, salah satu penyebabnya adalah cara otak menentukan informasi mana yang dianggap penting untuk disimpan.

“Orang cenderung menyimpan informasi yang relevan bagi mereka. Jika sebuah nama terasa tidak penting saat itu, otak menganggapnya cepat berlalu dan tidak menyimpannya,” kata Jojo.

Ada pula faktor yang lebih sederhana: kita sebenarnya tidak benar-benar memperhatikan ketika orang tersebut memperkenalkan diri.

Bayangkan berada dalam sebuah pesta atau acara networking. Seseorang menjabat tangan Anda dan menyebut namanya. Pada saat bersamaan, pikiran Anda mungkin sedang memikirkan orang lain yang hendak ditemui, suara musik, pesan di ponsel, pekerjaan yang belum selesai, atau bahkan apa yang akan Anda katakan berikutnya.

Wajahnya masuk. Namanya lewat.

Namun, kecenderungan mudah mengenali wajah tetapi sulit mengingat nama juga dapat dikaitkan dengan cara seseorang memproses informasi. Berikut lima karakteristik yang mungkin menyertainya.

1. Lebih Visual dalam Menangkap Informasi

Sebagian orang memang lebih mudah mengingat informasi yang memiliki bentuk visual.

Ketika bertemu seseorang, tanpa sadar mereka merekam banyak hal: bentuk wajah, senyum, mata, alis, rambut, pakaian, hingga gestur.

Sementara nama berbeda. Nama pada dasarnya merupakan informasi verbal yang relatif abstrak. Tidak selalu ada hubungan langsung antara bunyi sebuah nama dengan wajah pemiliknya.

Itulah sebabnya Anda mungkin berpikir, “Saya ingat sekali wajahnya,” tetapi tetap kesulitan menjawab pertanyaan sederhana: “Namanya siapa?”

2. Lebih Menangkap Hubungan daripada Formalitas

Ada orang yang ketika berbicara tidak terlalu sibuk mengingat identitas formal lawan bicaranya. Perhatiannya justru tertuju pada percakapan.

Ia memperhatikan ekspresi, intonasi, bahasa tubuh, humor, atau cerita yang disampaikan.

Akibatnya, yang tersimpan bukan “Budi, direktur perusahaan A”, melainkan kesan yang lebih emosional: “Oh, ini orang yang waktu itu bercerita tentang anaknya kuliah di luar negeri.”

Nama hilang, tetapi ceritanya masih tersimpan.

Ini menunjukkan bahwa ingatan manusia tidak selalu bekerja seperti kartu nama. Kita sering mengingat seseorang melalui pengalaman yang terjadi bersama mereka.

3. Pengamat yang Jeli

Ada pula orang yang luar biasa dalam mengenali seseorang hanya berdasarkan penampilan dan gerak tubuh.

Dari seberang ruangan, ia sudah tahu siapa yang datang. Bahkan terkadang dari belakang sekalipun.

Cara berjalan, postur tubuh, gaya mengangkat bahu, model rambut, hingga kebiasaan kecil tertentu bisa menjadi petunjuk.

Kepekaan visual seperti ini juga membuat seseorang lebih cepat menyadari perubahan.

Teman baru memotong rambut sedikit saja, dia sadar. Ekspresi seseorang berubah, dia menangkapnya. Suasana ruangan terasa tegang, dia mungkin sudah merasakannya sebelum orang lain mengatakan apa pun.

Nama boleh lupa. Detail manusianya justru tertangkap.

4. Terlalu Menikmati Momen, Detail Malah Terlewat

Ada paradoks menarik dalam sebuah percakapan.

Semakin seseorang larut dalam interaksi, semakin mungkin beberapa informasi administratif justru terlewat.

Dia menikmati cerita, tertawa, bertukar pengalaman, dan mengikuti ritme percakapan. Karena perhatian terserap pada pengalaman tersebut, detail seperti nama lengkap, jabatan, atau perusahaan bisa tidak terekam kuat.

Beberapa bulan kemudian, ketika bertemu kembali, muncul perasaan akrab.

“Kita pernah ngobrol panjang.”

Benar.

“Tapi siapa namanya?”

Nah, itu masalahnya.

5. Mengingat Secara Holistik, Bukan Seperti Lemari Arsip

Tidak semua otak menyimpan pengalaman dalam kotak-kotak informasi yang rapi.

Sebagian orang lebih mudah menangkap gambaran besar. Ketika bertemu seseorang, yang tersimpan adalah paket pengalaman: wajah, suasana, cerita, kesan, humor, tempat pertemuan, bahkan mungkin perasaan saat itu.

Tetapi ketika diminta mengambil satu informasi spesifik—nama—mereka justru kesulitan.

Ibarat memiliki sebuah foto beresolusi tinggi tetapi lupa memberi nama pada filenya.

Jadi, Apakah Lupa Nama Berarti Pelupa?

Belum tentu.

Mengingat wajah tetapi lupa nama tidak otomatis menunjukkan seseorang memiliki daya ingat buruk. Bisa jadi informasi visual dan kontekstual memang lebih kuat tersimpan daripada informasi verbal seperti nama.

Yang juga perlu dicatat, lima karakteristik di atas bukan diagnosis atau aturan psikologis yang berlaku untuk semua orang. Kemampuan mengingat nama dipengaruhi banyak faktor, mulai perhatian saat perkenalan, seberapa sering nama tersebut diulang, konteks pertemuan, sampai seberapa relevan orang tersebut bagi kita.

Ada cara sederhana untuk mengatasinya.

Ketika baru diperkenalkan, gunakan kembali nama orang tersebut dalam percakapan.

“Senang bertemu Pak Andi.”

Kemudian hubungkan namanya dengan sesuatu yang mudah diingat: pekerjaan, tempat pertemuan, teman yang mengenalkan, atau karakteristik lain yang relevan.

Sebab sering kali persoalannya bukan kita lupa nama seseorang.

Kita memang tidak pernah benar-benar menyimpannya sejak awal.

Dan mungkin itulah sebabnya suatu hari Anda bisa memandang seseorang selama beberapa detik sambil tersenyum penuh keyakinan—seolah mengenalnya dengan sangat baik—sementara di dalam kepala hanya ada satu kalimat:

“Aduh… siapa namanya?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *