Waspadai Modus Penipuan Siber dan Cara Aman di Internet 

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTAHidup di zaman serba digital membuat setiap individu di dalamnya harus lebih hati-hati serta waspada dalam segala aktivitas di internet.

Apalagi yang berhubungan dengan tersebarnya data pribadi seseorang, yang karena dicuri atau penyalahgunaannya hingga menimbulkan kerugian material.

Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma mengungkapkan beberapa sebab terjadinya pencurian data di dunia digital. Antara lain karena masyarakat masih awam terhadap perlindungan data pribadi atau bahkan tak sadar telah mengumbarnya.

Benny mengatakan, masyarakat bahkan tidak sadar seberapa bahayanya jika data pribadi jatuh ke orang yang salah.

“Kesadaran pengguna internet akan pentingnya perlindungan data pribadi masih kurang,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, Rabu (22/9/2021).

Setiap orang akhirnya perlu memerhatikan jejak digital yang tidak sengaja dibuat dan hal yang sering terjadi adalah mendownload aplikasi tanpa membaca dulu syarat dan ketentuan hingga ternyata mengizinkan aplikasi mengakses apapun.

Adapun di internet beragam ancaman cyber memiliki dampak bahaya dan potensi ancaman seperti scam yang berupa tindak penipuan dengan berusaha meyakinkan pengguna.

Seperti misalnya phising, yaitu tindakan memancing korban untuk mengarakhan ke situs palsu dan memasukan data pribadi. Dampak bahaya lanjutan, bisa disalahgunakan untuk pinjaman online.

Telemarketing yang menghubungi langsung dan munculnya sms spam menawarkan pinjaman.

Hal yang lebih parah lagi adalah identitas dipakai untuk menipu misalnya mengaku dari pihak bank. Selanjutnya bisa mengaku sebagai teman lama, mengaku sebagai anak atau orang tua korban.

“Hal tersebut bisa terjadi bila pelaku sudah tahu identitas pribadi seseorang, sehingga akan mudah untuk menjebak targetnya. Dampak bahaya lanjutan yang bisa terjadi yaitu pembobolan akun bank, modus ini dilakukan untuk meretas akun What’sApp korban dengan meminta kode OTP,” katanya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Firza Daud, Business Project Lead V&V Communication, dan Intan Maharani, COO PositiVibe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 91 kali dilihat,  89 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.