Warga Digital Hidup Berdampingan di Internet, Perhatikan Etika

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Ruang digital memungkinkan orang dari seluruh penjuru dunia berinteraksi dan berkomunikasi di dalamnya. Semua itu berkat jaringan internet yang menghubungkan seluruh warga digital yang tak terbatas wilayah dan waktu. Semenjak pandemi interaksi di ruang digital pun jauh lebih tinggi daripada interaksi di dunia nyata.

Di ruang digital, unggahan setiap orang bisa langsung dilihat oleh ratusan hingga ribuan orang dan cepat sekali menyebarnya secara realtime. Sehingga rasanya seperti tidak ada batas, semua orang seperti punya panggung yang sama. Apalagi manusia sebagai makhluk egosentris suka mencari perhatian.

“Karena tanpa batas, terkadang individu menjadi oversharing atau kebablasan dalam berbagi,” kata Cyntia Jasmine, Founder GIFU saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Selasa (28/9/2021).

Dia mengatakan di ruang digital, setiap orang harus menyadari dirinya sebagai pengawas diri sendiri sebab sebenarnya ada jejak digital yang ditinggalkan ketika berinteraksi di dunia maya. Dampak buruknya jika lupa hal tersebut, maka bisa saja seseorang dipecat dari pekerjaannya. Hal tersebut terjadi karena unggahan yang secara etika dianggap tidak beradab. Sudah banyak kejadian bahwa jejak digital bisa berdampak serius karena kata-kata dan unggahan foto yang tidak pantas. Selain itu jejak digital juga tidak bisa dihapus, akan tetap ada di internet.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Aditya Dwiputranto, Marketing Manager PT AHM, Atep Deni, Direktur Kolega, dan Eddy P Purnomo, Digital Business Project Manager OCBC NISP.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.