google.com, pub-6135897251816907, DIRECT, f08c47fec0942fa0
NASIONAL

Usai Dipakai oleh Tito Karnavian dan Ridwan, Masker Unik Buatan Bandung “Booming”

TIRAS.id
Ki-Ka: Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena, Mendagri Tito dan anggota DPR Fraksi PDI-P, Arteria Dahlan

Tidak sedikit warga masyarakat yang berusaha melacak siapa gerangan pembuat masker. Ada yang ingin pesan untuk digunakan sendiri dan ada pula yang berminat menjadi reseller atau distributor.

TIRAS.id — Masker menjadi alat pelindung diri yang wajib digunakan setiap orang saat keluar rumah. Yang menarik, kini viral buatan Bandung. Masker wajah uniknya dicari banyak orang.

Masker wajah dengan bentuk wajah pemakainya kini “booming”.  Setelah dikenalkan oleh Ridwan Kamil dalam berbagai acara serta digunakan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam pertemuan dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 bentukan DPR, di Kompleks DPR-RI, Senayan, Kamis (28/5) yang lalu.

Meskipun mengenakan Masker, wajah Mendagri Tito terlihat asli. Masker yang didisain secara kreatif itu menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

Tidak sedikit warga masyarakat yang berusaha melacak siapa gerangan pembuat masker. Ada yang ingin pesan untuk digunakan sendiri dan ada pula yang berminat menjadi reseller atau distributor.

“Bakalan laris ini,” ucap seorang pedagang beragam asesoris, tas, sendal dan baru dua bulan menjual Masker di kawasan Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor, ini saat ditunjukkan produk masker yang dikenakan Mendagri Tito.

Masker yang menghebohkan itu diproduksi oleh Pratiwi Masker Wajah di Bandung. Pratiwi Masker yang semula produsen garmen skala keci ini menangkap peluang setelah Protokol Kesehatan Covid-19 mewajibkan penggunaan Masker kepada siapa pun yang keluar dari rumah. Sejak itu diproduksi masker dengan wajah pemakainya.

“Jadi tidak bisa dibeli langsung ada barangnya. Harus pre-order dulu sekitar 4 hari sebelumnya,” ujar Pratiwi saat dihubungi lewat nomer WA-nya.

Bahan yang digunakan, ujar Pratiwi, dari kain Scuba Gramasi tebal 280 – 300. Harga pun tidak terlalu mahal. Satu lusin isi12 buah dihargai Rp97 ribu. “Bahan ini bisa dicuci dan gambar wajah yang tercetak di kain tidak luntur,” terang Pratiwi.

Pratiwi juga mengakui produknya banyak diperbincangkan orang setelah diendors Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dan kini menjadi “booming” setelah dipakai Mendagri Tito dalam acara kunker wakil ketua DPR Sufmi Dasco bersama rombongan ke kantor Kemendagri, Kamis lalu.

“Peningkatan omset sih belum terlalu banyak. Kan baru berapa hari. Tapi dengan digunakan oleh Pak Menteri kami makin dikenal. Banyak yang hubungi kami. Insyallah, UMKM seperti kami bisa semakin maju karena dukungan pejabat pemerintahnya,” ucap Pratiwi penuh harap.

Dukungan kongkrit pejabat terhadap UMKM dalam negeri ini tentunya senada dengan himbauan Presiden Jokowi agar bangga mengenakan produk UMKM dalam negeri. Karena Pandemi Covid-19 yang telah menyerang 213 negara telah menghancurkan sejumlah usaha.

Pelaku UMKM dengan akses dan modal usaha yang serba terbatas tentu saja paling menderita dalam menghadapi Pandemi yang tidak tahu kapan berakhirnya ini.

Namun dengan kreativitas sebagaimana ditunjukkan oleh Pratiwi dan dukungan kongkrit pejabat pemerintah, setidaknya ada setingkap titik terang yang bisa menyelamatkan UMKM dengan modal yang sangat pas-pasan itu.

 

Tinggalkan Balasan