Tips Internet Sehat Untuk Anak Agar Terhindar Bahaya Dunia Maya

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA –  Internet untuk saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Hal ini karena kemudahan akses internet, kita jadi bisa mendapatkan berbagai macam jenis informasi yang diinginkan. Tak hanya orang dewasa yang mampu berselancar bebas di dunia maya, anak-anak sekarang pun terbiasa akan paparan internet.

“Internet memang punya dampak positif yang luar biasa di kehidupan kita. Tapi juga punya sisi negatif yang perlu dihindari, khususnya untuk anak-anak. Orang tua wajib melindungi anak dari bahaya internet melalui internet sehat yang diterapkan mulai dari rumah,” ungkap Eunike Nindya Christina, Entrepreneurship, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (13/10/2021).

Ia menambahkan, sangatlah penting mengingat perkembangan internet sekarang sudah merambah ke segala umur. “Jika anak kecil dibiarkan begitu saja menggunakan internet tanpa aturan, maka bisa menjerumuskan anak itu sendiri. Salah satunya adalah konten dewasa dan konten kekerasan yang sangat dilarang bagi anak dalam masa usia yang masih dini,” jelasnya.

Berikut tim beberapa tips berinternet sehat untuk anak. Dengan tips-tips ini anak-anak akan terhindar dari sisi buruk internet termasuk berbagai konten dewasa dan berbahaya, seperti:

  1. Tetapkan Beberapa Aturan Sebelum Memberi Akses Internet Pada Anak
    Tetapkan beberapa aturan seperti hanya mengakses internet jika ada orangtua atau pengasuh yang mendampingi. Selain itu, imbau anak agar tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Beri tahu juga bahwa tidak boleh memberikan data pribadi kepada orang asing dan minta mereka segera melapor ke orangtua jika mendapat perlakuan tidak menyenangkan di dunia maya.
  2. Sebisa Mungkin Selalu Dampingi Anak Menggunakan Internet
    Anak kecil tentu belum paham benar tentang baik dan buruknya internet. Oleh karena itu mereka harus didampingi ketika browsing supaya bisa menyaring dan memberi pemahaman tentang apa saja yang dilihat atau dibacanya. Selain itu, memberikan pendampingan anak berinternet juga bisa membuat orang tua melihat bakat dan minat anak dari situs yang sering dikunjungi.
  3. Letakkan Komputer di Ruang Keluarga Agar Kegiatan Dunia Maya Terpantau
    Salah satu upaya agar setiap aktivitas dunia maya anak terpantau adalah meletakkan komputer atau PC di ruang utama keluarga. Letakkan layarnya komputer sedemikian rupa agar menghadap ke arah kita untuk mampu mengawasi apa yang sedang dibuka oleh anggota keluarga.
  4. Batasi Waktu Bermain Internet Anak Agar Tidak Kecanduan
    Saat anak bermain internet, para orang tua juga wajib mengatur durasi waktunya. Anak-anak di bawah usia 2 tahun, sebaiknya sama sekali tidak diperkenankan menggunakan gadget/internet. Sedangkan untuk diatas 2 tahun sudah mulai diperbolehkan bermain gadget/internet dengan memberikan batasan waktu sesuai tingkat usianya.
  5. Berikan Anak Alasan dan Penjelasan Mengenai Bahaya Internet
    Sebelum memberikan akses internet pada anak, para orang tua sebaiknya memberikan penjelasan mengenai efek baik dan buruk internet. Sebaiknya lakukan komunikasi yang terbuka dan positif dengan anak. Sang ibu harus bersikap terbuka menanggapi pernyataan dan keingintahuan anak tentang komputer dan internet.
  6. Ajarkan Literasi Media Pada Anak Sejak Dini Agar Tidak Terpengaruh
    Orang tua tentu tidak bisa selalu ada di dekat anak untuk mengawasi kegiatannya di dunia maya. Jadi lebih baik ajak anak untuk literasi media sehingga memahami mana saja konten yang positif, netral, dan negatif. Tanamkan rasa disiplin dan tanggung jawab dalam berinternet, sehingga anak-anak memiliki kekebalan dan mengetahui konten mana yang boleh dan tidak boleh dia akses.
  7. Aktifkan Software Parental Control Untuk Memblokir Situs Berbahaya
    Beberapa sistem operasi seperti Windows maupun Mac sudah dilengkapi dengan fitur parental control. Fitur ini bisa diaktifkan untuk melindungi anak dari hal-hal negatif di internet. Selain itu, orang tua juga bisa instal aplikasi pihak ketiga, untuk memblokir konten tertentu. Seperti konten dewasa dan konten kekerasan, hal ini penting karena tidak setiap waktu orang tua bisa mengawasi anak secara langsung.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (13/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Agung Gita Subakti (Lecturer Specialist S2 Business Hotel Management Universitas BINUS), Rizki Firdaus (Direktur Utama CV. Kreasi Anak Nusantara), Ganang Adityo Prakoso (Laboratorium Officer Business Hotel Management Binus University), dan Adinda Adia Putri (Medical Doctor) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 2 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.