Tantangan Generasi Mendatang dengan Digital Skills, Pembaruan Jenis Pekerjaan

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Menurut sensus penduduk 2020 total populasi Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa, naik sebanyak 32,6 juta jiwa dibanding sensus tahun 2010. Dari jumlah tersebut penduduk Indonesia kini didominasi Gen Z dan milenial.

Generasi milenial (kelahiran 1981-1996) merupakan generasi yang sudah melek internet karena hidup di masa peralihan dari analog ke digital, sementara Generasi Z (kelahiran 1997-2012) telah mengenal internet dan teknologi sejak lahir.

“Mereka memiliki tantangan dan peluang tersendiri menghadapi keuangan, kondisi lingkungan, politik, teknologi dan media sosial,” kata Hani Purnawanti, Instruktur Edukasi4ID saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Rabu (6/10/2021).

Terkait dengan hal itu, transformasi digital telah mengalami percepatan selama pandemi membuat berbagai peluang muncul. Begitu banyak peluang pekerjaan di era digital, bahkan sederet pekerjaan bisa dilakukan hanya dari rumah saja. Namun memberikan pemasukan yang luar biasa, misalnya bisnis e-commerce, digital marketing, trader saham dan investor, pialang saham, programer, penerjemah, konsultan, event planner, SEO Specialist, Social Media Specialist, hingga konten kreator.

Lebih lanjut dia mengatakan, pandemi membuat perkembangan teknologi makin masif, membuat adanya perubahan gaya hidup yang mengharuskan adanya adaptasi. Semuanya serba digital, teknologi digital telah banyak menciptakan peluang lapangan pekerjaan. Lingkungan kerja dengan digital berkonsep lebih fleksibel. Semua ini menjadi peluang berkarya, digitalisasi membuat keterampilan kewirausahaan pun berbasis digital.

Di samping itu berdasarkan perkembangan yang ada saat ini, peran perangkat teknologi informasi baik berupa hardware maupun software menjadi pendukung utama. Akhirnya pekerjaan di bidang ini pun ikut berkembang, misalnya programmer untuk web dan mobile Apps, technical support, content writer, network engineer dan administrator, designer web dan Apps, cloud computing, cyber security, dan lainnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Sugiarti, Instruktur VCT Jawa Barat, Sari Lila, Koordinator Pembina Pramuka Putri SMP Negeri 10 Depok dan Diena Haryana, Founder SEJIWA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.