Semakin Mudah Menghasilkan Karya Musik dan Mendistribusikannya di Era Digital

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Di era serba internet, segala sesuatu begitu mudah terhubung berkat jaringan internet. Kini proses kreatif atau berkarya pun bisa dilakukan di mana saja, oleh siapa saja, dan kapan saja berkat canggihnya perkembangan teknologi.

“Yang susah biasanya langkah pertama, kamu coba, kamu lawan. Kalau udah coba bisa jadi kalian suka banget dengan adaptasi hal baru ini. Jadi yang penting konsisten dan berani mencoba,” kata Pringgo Aryo Pradana, seorang Produser dan Komposer Musik saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, pada Senin (27/9/2021).

Dia mengatakan untuk jangan segan mencoba aplikasi, apalagi zaman sekarang segala sesuatunya bisa dipelajari dan dicari tahu secara otodidak melalui Google dan YouTube. Setiap orang bisa langsung cari tahu caranya, di YouTube pun sudah banyak video tutorial, langkah demi langkahnya. Bahkan sudah banyak video dengan bahasa Indonesia, sehingga apapun bisa dipelajari dengan mudah.

Lebih lanjut dia mengatakan era digital membuat batasan antar negara atau teritorial menjadi semakin kabur. Hal ini berlaku juga dalam industri musik termasuk pendistribusian karyanya. Melalui platform digital seperti Sportify dan YouTube setiap orang bisa mengunggah karyanya, bersaing dengan jutaan musik di seluruh dunia. Kini para pecinta musik bisa lebih bebas mencari karya musik yang benar-benar sesuai dengan selera musik yang mereka senangi.

Di antara kemudahan era digital dalam hal pendistribusian sebuah karya, tentunya persaingan antar Content Creator pun kini semuanya menjadi lebih terbuka dan bebas. Mereka yang dikatakan berhasil secara umum adalah mereka yang bisa menarik minat sebanyak mungkin. Pergunakan sosial media seefisien mungkin, sehingga khalayak bisa semakin mengenal profil dan karya Anda dalam bermusik.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Irma Nawangwulan, Lecture di IULI, Sandy Susanto, Dosen di Podomoro University, dan Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.