KEKINIAN

SDI Al-Azhar Pusat Ikuti Ajang Silat Internasional Di Singapura

TIRAS.id

TIRAS.id —  Tim pencak silat Indonesia diwakili oleh pelajar Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta, bertolak Kamis malam (24/10/2019) menuju Singapura dalam rangka mengikuti ajang 8th Singapore Open Pencak Silat Championship 2019 yang diikuti beberapa negara di Asia Tenggara.

Ada sekitar 19 pelajar SDI dan 3 pelajar tingkat SLTP Al Azhar Pusat Kebayoran Baru, yang akan berlaga pada tanggal 25-28 Oktober 2019 di Singapura atas undangan Singapore Silat Federation.

“Ini adalah kali pertama bagi Al Azhar mengikuti ajang lomba tingkat Internasional dalam cabamg olah raga pencak silat,” ujar Yana Rodiyanah, M.pd (23/10) Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 01 Kebayoran Baru saat ditemui disela sela acara pelepasan yang di adakan di aula sekolah SDI Al-Azhar.

Pencak Silat merupakan sebuah cabang olah raga yang menjadi kegiatan salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi para pelajar di lingkungan sekolah Al-Azhar sejak Al Azhar Seni Bela Diri (ASBD) ini didirikan pada tanggal 20 April 1970 di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.

ASBD didirikan oleh Alm. Drs. Muhammad Sufiyono dan Djauharul Abidin Bakir.

Cikal bakal keilmuan Al- Azhar Seni Bela diri (Moslem Martial Arts ) adalah cabang olah raga di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dimana ASBD- Moeslem Martial Art ini sendiri pernah diketuai sebagai pembina oleh almamater Al-Azhar dan mantan petinggi negeri seperti Adyhaksa Dault mantan Menpora dan Sandiaga Salahuddin Uno mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Yana, ASBD-Moeslem Martial Arts merupakan sebuah cabang bela diri turunan dari IPSI yang di khususkan untuk lingkungan sekolah perguruan Al-Azhar. Diseluruh sekolah Al azhar yang ada di Indonesia memiliki ASBD sebagai bagian kegiatan ekstrakurikuler wajibnya.

“Adanya ASBD- Moeslem Martial Arts ini diharapkan mampu melatih fisik para siswa disekolah disamping salah satu cabang olah raga muslim asli Indonesia dimana kegiatannya bisa dilakukan diluar ruangan kelas,ujar Yana menjelaskan.

Undangan Federasi Silat Singapura ditujukan melalui  IPSI, kemudian IPSI menunjuk perguruan Al-Azhar yang memiliki cabang olah raga silat lewat ASBD-Moeslem Arts untuk mengikuti  ajang silat internasional di Singapura tersebut.

“Alasan IPSI menunjuk Al-Azhar mewakili kontingen silatnya, karena IPSI melihat untuk level anak-anak (Pre Teens). Al-Azhar dianggap cukup berprestasi diberbagai kejuaran ajang silat tingkat wilayah maupun nasional yang sering diadakan di lingkungan sekolah.” ujar Yana.

“Aku suka silat selain keren aku pelajari juga, terinspirasi awalnya suka dengan menonton film karate kids loh,”ujar Fabian Mirza Alfarius, siswa kelas 3 SDI Al-Azhar 01 Kebayoran Baru Jakarta yang selalu mendapatkan medali emas pada perlombaan silat nasional dilingkungan sekolah.

“Kalo aku suka silat karena kakekku juga seorang pesilat, dan silat bisa membuat aku bisa menjaga diri bila ada yang mengganggu ku,” ujar Algaza Albi Anggara, siswa kelas 5 yang pernah meraih perunggu pada kejuaraan silat nasional dilingkungan sekolah Al-Azhar se Indonesia.

Fabian maupun Albi adalah dua kontingen SDI Al Azhar Pusat dari 19 siswa SDI Al-Azhar yang di ikut berangkat dan berlaga di Singapura mengharumkan Indonesia.

“Ke inginan kita tentu anak anak meraih juara. Namun mereka siap mental untuk bertanding saja sudah kami syukuri, terkait ini adalah ajang pertama kalinya berkelas internasional yang  di ikuti,” ungkap Meridian Ramadir (23/10), ST.MCP, mewakili orang tua murid yang akan mendampingi anaknya bertanding di Singapura di sela-sela acara pelepasan di Al-Azhar Pusat Jakarta.

#Beng Aryanto

Total Page Visits: 79 - Today Page Visits: 1
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan