Rumus AIDA untuk Meningkatkan Brand Awareness

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Di era digitalisasi, segala sesuatunya menjadi begitu mudah dan bisa dilakukan lewat layar smartphone. Internet pun telah mengalami perubahan fungsi, pada awal tahun 2010 internet hanya digunakan untuk mencari informasi dan hiburan. Namun kini kedua fungsi tersebut telah berubah menjadi nilai ekonomi yang bisa mendatangkan sumber penghasilan. Internet digunakan untuk mempromosikan produk, jasa, maupun sarana branding.

“Sekarang sudah berubah jadi fungsi ekonomi dampaknya kalau kita tidak ikutan akan kehilangan dari sisi ekonomi,” ujar Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, Jum’at (24/9/2021).

Keahlian berupa digital marketing saat ini pun digunakan untuk bisnis dan penjualan produk agar bisa maksimal. Karena itu para pemilik bisnis bahkan pelaku UMKM mau atau tidak harus belajar atau akan tertinggal dengan kemajuan cara mempromosikan barang atau jasanya lewat konten di berbagai platform media sosial.

Konten sendiri terbagi menjadi dua yaitu dari segi penulisan dan desain, kedua dari segi ide konten. Ide konten harus menarik dan bagus begitu pun dengan penyajiannya menjadi syarat mutlak sebuah konten bisa berhasil. Pertama berbicara mengenai ide konten dia memberi rumus A.I.D.A yaitu singkatan dari attention, interest, detail, dan action yang jika dibahasakan menjadi sorotan, ketertarikan, detail dan aksi. Rumus ini sudah dipakai di mana-mana dan terbilang berhasil.

“Tips untuk mendapatkan perhatian audiens , gunakan kalimat yang memancing rasa penasaran. Gunakan kalimat yang melawan apa yang biasanya terjadi. Gunakan huruf yang mudah dibaca, gunakan warna kontras dan tulisan harus besar,” kata Andry.

Detail konten juga akan memengaruhi dan menjadi aspek penting. Disarankan untuk membuat kata-kata yang to the point, dan penggunaan bahasa konsisten, serta tidak keluar dari konteks, gunakan juga bold warna seperti merah dan hitam, beri kotak berbeda untuk kata yang penting dan tulisan jangan sampai terlalu mepet ke pinggir.

Sewaktu membuat konten perhatikan juga sisi soft selling, sehingga tidak terang-terangan langsung menawarkan produk. Bisa berikan gratis dulu misalnya lewat konsultasi gratis. Tak kalah penting di bagian konten permudah cara orang menghubungi, yakni dengan mencantumkannya di link bio akun sosial media sehingga orang yang memerlukannya tidak perlu mencatat lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dino Hamid, Founder Famgofest & Latomochi, Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director, dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 14 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.