Revolusi Digital Membawa Perubahan dan Peluang di Masyarakat, namun Ada Sisi Negatifnya 

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Kondisi pandemi memaksa masyarakat untuk beradaptasi menggunakan teknologi dan jaringan internet dalam keseharian. Semua itu berkat revolusi industri 4.0 yang terjadi percepatan akibat pembatasan sosial karena pandemi Covid-19.

Revolusi digital atau yang sering disebut revolusi industri 4.0 memiliki 4 prinsip yaitu kemudahan terhubung antara satu orang dengan lainnya. Kemudian ada transparansi informasi, adanya jejak digital menjadi cara bagi sistem dan platform memberikan konten yang semakin personal untuk setiap orang. Selain itu adanya bantuan teknologi untuk mempermudah manusia dalam melakukan suatu hal yang tadinya sulit dan adanya kemampuan teknologi untuk melakukan hal-hal secara otonom tanpa bantuan manusia.

“Revolusi digital membawa perubahan. Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi seperti Uber tidak punya kendaraannya sendiri, perusahaan media yang besar seperti Facebook juga tidak membuat kontennya sendiri. Alibaba sebagai retail online terbesar bahkan tidak mempunyai stok barang sendiri, padahal mereka punya produk dan transaksi yang banyak sekali,” kata Ryan Juniardi, seorang pelaku UMKM yang juga CEO Mitra Digital Mulia saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa  Barat I,  pada Rabu (29/9/2021).

Dari segala jenis bisnis tersebut, akhirnya dapat disimpulkan telah terjadi perubahan revolusi digital yang mengungkap fakta bahwa untuk memiliki bisnis tidak perlu memiliki modal besar dan sumber daya dari hulu ke hilir. Sehingga sebenarnya ada aspek kehadiran manusia yang semakin penting untuk berkolaborasi dengan kemampuannya yang berbeda-beda.

Selain itu setiap orang pun dengan revolusi digital ini bisa memperoleh peluang, dalam hal opini memberikan pendapat semua orang memiliki panggung yang sama. Untuk bisnis pun kesempatan berjualan juga sama, dengan akses lebih luas jangkauan seluruh dunia produk Indonesia bisa bersaing dengan produksi luar negeri.

“Dua sisi digitaliasi bukan hanya memberikan peluang, tapi ada juga hal negatif dari semua keleluasaan. Digitalisasi memberi peluang untuk hal negatif berkembang,” tuturnya lagi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa  Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini ada beberapa nara sumber lainnya yang ikut hadir di antaranya Gerry Sugiran, Dewan Pembina Relawan TIK Jabar, Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, dan Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.