Viral

“Rekonstruksi Pendekatan Agama Sebagai Strategi Peningkatan Bidang Pencegahan.”

TIRAS.id

TIRAS.id — “Bersatu dalam perbedaan,” ujar Irjen Pol Drs. Anjan Pramuka Putra, SH., M.Hum (Deputi Pencegahan BNN), tentang banyaknya keberagaman bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa majemuk.

Majemuk artinya terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan. Meskipun penuh dengan banyaknya keragaman dan perbedaan, tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk bersatu.

Sikap toleransi, dan juga saling menghormati antar agama serta menghargai antar sesama. Hal ini ditekankan polisi berbintang dua ini, saat  menjadi pembicara di Hotel Bidakara 16 Desember 2019.

Seminar: “Hasil Model Intervensi Sosial Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Keagamaan” dihadiri ragam kalangan, dari pelajar, tokoh agama, hingga masyarakat yang peduli tentang bahaya narkoba.

Anjan mengatakan, pendekatan keagamaan merupakan cara ampuh untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Bahkan, cara itu pun dapat mengatasi para pecandu atau pengguna barang haram tersebut.

Untuk membantu upaya mengatasi penyebaran dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, Anjan memaparkan hasil intervensi yang dilakukan kepada sejumlah umat beragama, diperoleh insight  sebesar 67%.

Hasil itu menyatakan bahwa, pendekatan nilai agama sebagai upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dinilai sangat efektif.

“Kita lakukan pencegahan, dengan pendekatan nilai keagamaan dapat menjadi upaya memberikan kesadaran pada masyarakat tentang pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkoba,” ujar Anjan.

Pria kelahiran 21 Januari 1963 itu memaparkan juga bahwa BNN sudah bergerak dengan relawan cegah narkoba masuk ke desa hingga pelosok dan perbatasan .Dari Aceh hingga pelosok Papua.

Untuk itu, “Saya mengajak semua pihak yang hadir di sini, untuk semua bergerak dan ambil peranan mengatasi permasalahan narkoba.”

Diskusi bertema “Unity In Diersity”,  yang merupakan: “Rekonstruksi Pendekatan Agama Sebagai Strategi Peningkatan Program Bidang Pencegahan.”

Selain Irjen Pol. Drs. Anjan Pramuka Putra, SH., M.Hum (Deputi Pencegahan BNN). Tampak juga  Irjen Pol. Drs. Arman Depari (Deputi Pemberantasan BNN) dan  Dra. Yunis Farida Oktoris, M. Si (Deputi Rehabilitasi BNN) serta Riswanda Ph.D (Praktisi Sosial). Juga hadir Leo Agustino Ph.D, yang merupakan praktisi sosial.

Semua nara sumber sepakat menjadi poin penting, adalah tokoh agama di antara peran masyarakat umum dan pemerintah. Jika pemerintah (44,7%),  diikuti oleh keluarga (35,8%) dan diri sendiri (17,2%).

Lingkungan keluarga, orang tua adalah anggota keluarga yang paling berperan penting dalam mengajarkan nilai-nilai agama agar anggota keluarga terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam rangkuman diskusi itu, terdapat kesepahaman bahwa  mayoritas kegiatan keagamaan yang disukai oleh lingkungan masyarakat sebagai upaya pencegahan bahaya narkoba diantaranya ; ibadah, ceramah, sosialisasi, forum diskusi dan aksi remaja.

Seminar Hasil Model Intervensi Sosial Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Keagamaan

 

Total Page Visits: 58 - Today Page Visits: 2
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan