HUKUM

Putusan Hakim Terhadap Komedian Nunung, Terus Viral

TIRAS.id

TIRAS-id — Tri Retno Prayudati alias Nunung dan Juli Jan Sambiran terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis golongan I bagi diri sendiri.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis komedian Srimulat dan suaminya, July Jan Sambiran, 1 tahun 6 bulan pidana penjara dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Vonis yang diberikan hakim sama seperti tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain itu, Nunung diminta untuk tetap menjalani rehabilitasi medis dan sosial di RSKO Cibubur.

Hakim juga memerintahkan agar masa penahanan terdakwa dikurangi dengan delik pidana yang telah dibebankan. Selain itu, para terdakwa juga diminta untuk menetap di RSKO Cibubur saat ini.

Hal yang memberatkan putusan tersebut, kata Hakim, karena Nunung tidak membantu program pemerintah dalam memberantas narkotika dan juga obat-obatan terlarang. Sementara, hal yang meringankan adalah karena Nunung dan suaminya tidak pernah dihukum.

Menanggapi putusan Nunung yang dijatuhi pidana 1,5 tahun rehabilitasi, Anang Iskandar ketika dihubungi menguak keputusan itu. Bahwa, memang sesuai dengan UU narkotika yang berlaku, intinya Nunung dinyatakan salah dan dihukum menjalani hukuman pidana berupa rehabilitasi.

Pria yang sempat mendapat julukan bapaknya rehabilitasi narkoba.

“Hukuman rehabilitasi itu maknanya sama dengan hukuman pidana lain seperti hukuman penjara,” ujar Anang Iskandar, pengamat dan penggiat anti narkotika itu, yang pernah membuat Gerakan Rehabilitasi 100 Ribu Pengguna Narkoba.

Masih menurut mantan Bareskrim Polri dan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu, “Tanggung jawab pelaksanaan hukuman berada dibawah Menkumham dan tanggung jawab proses penyembuhan melalui rehabilitasi berada ditangan Menkes.”

Anang menyebut, mekanisme pembagian tanggung jawab pelaksanaan hukuman dan proses rehabilitasi ini yang perlu diatur pelaksanaannya agar lebih detail.

Dengan keputusan Nunung dipidana Rehabilitasi selama 1,5 tahun, masih menurut pendapat dari pria kelahiran Mojokerto, 18 Mei 1958 itu adalah, semoga menjadi tongkat estafet.

“Untuk memulai era baru pidana rehabilitasi yang menjadi cita cita dan tujuan bangsa indonesia dalam melindungi dan menyelamatkan bangsa indonesia dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika,” ujar Anang.

“Saya memberikan penghargaan penghargaan yang tinggi kepada hakim ketua dan anggotanya majelis hakim jakarta selatan yang mengadili perkara Nunung karena telah menjatuhkan sanksi pidana kepada  nunung untuk menjalani rehabilitasi,” tutur penerima Matra Award ini.

Anang mengatakan, “Hakim ketua yang mengadili perkara kepemilikan narkotika Nunung, telah menjalankan kewajiban hukumnya berdasarkan tujuan UU narkotika, kewajiban hakim dalam menggunakan kewenangannya.”

Nada optimisme terpancar dari Anang Iskandar. Lulus Akabri Kepolisian Tahun 1982 ini mengaku akan terus memantau situasi terkini mengenai pencegahan, termasuk pemberantasan narkoba di Indonesia sampai akhir hayat.

“Semoga putusan Nunung, menjadi pembelajaran bagi hakim, jaksa penuntut umum dan penyidik narkotika tidak saling curiga atas putusan tersebut,” paparnya.

Anang melihat keputusan hakim ini, telah memutar balikan keputusan keputusan hakim yang sebelumnya yang selalu menjatuhkan hukuman penjara.

Dengan putusan pidana 1,5 tahun menjalani rehabilitasi, proses Nunung menjalani rehabilitasi harus diawasi dengan sungguh sampai dengan sembuh oleh yang berwajib.

Adapun harapan Anang Iskandaryang sempat menjadi Kadiv Humas Polri &  Gubernur Akademi Kepolisian ini menyebut, dengan putusan pidana 1,5 tahun menjalani rehabilitasi, proses Nunung menjalani rehabilitasi harus diawasi dengan sungguh.

“Sampai dengan sembuh oleh yang berwajib, jangan sampai prosesnya salah kemudian nunung relap menggunakan narkotika di dalam proses menjalani pidana rehabilitasinya,” tutur Anang Iskandar, panjang lebar, dengan penuh antusias.

 

Ia dipercaya untuk menjadi pemimpin dalam beberapa posisi penting di badan kepolisian. Anang Iskandar Menjadi Kepala BNN selama tiga tahun.

 

 

Total Page Visits: 72 - Today Page Visits: 1
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan