Orangtua Harus Jadi Pembimbing Anak yang Masuk ke Dunianya

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Hampur dua tahun terakhir merupakan kondisi pandemi Covid-19 yang berat bagi setiap orang. Termasuk orangtua dan anak ketika harus mengalami aktivitas di rumah saja. Peran internet yang menghubungkan dengan dunia luar untuk berinteraksi turut mempermudah segala aktivitas dan kebutuhan hidup. Internet digunakan untuk bekerja, belajar, bertransaksi, belanja, namun internet memiliki dampak negatif yang harus diwaspadai hingga orangtua perlu memberikan perlindungan dan arahan dalam penggunaanya.

Peran orangtua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet kepada anak sangatlah penting. Namun sebelum itu, orangtua pun harus memastikan terlebih dulu keadaan dirinya. Sebab keadaan orangtua seperti kestabilan emosi, ekonomi, kesehatan, dan pengetahuannya terkait teknologi menjadi kunci penting.

“Anak membutuhkan pembimbing yang bisa masuk ke dunia mereka,” kata Pipit Djatma Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Jum’at (24/9/2021).

Sebabnya orangtua perlu memaknai tiap aktivitas anak dan memberikan solusi dalam setiap masalah yang terjadi pada anak. Anak-anak zaman sekarang pun berbeda, mereka cenderung kritis ketika orangtua melarang sesuatu. Sehingga orangtua perlu memberikan konsekuensi logis terkait pembatasan penggunaan gawai mengapa dan apa akibatnya agar bisa diterima anak.

Selain itu, perlu adanya diskusi antara orangtua dan anak terkait penggunaan gawai. Seperti penjelasan mengenai kebutuhan akan internet, lalu risikonya dan bagaimana mengindari dampak buruknya. Kemudian tanggung jawab penggunaan gawai. Orangtua juga perlu menelusuri kegiatan anak saat bermedia sosial, untuk menghindari predator anak. Dalam hal ini orangtua dapat memantau dan mengarahkan situs web dan media sosial yang mendukung tumbuh kembang anak dan pastikan anak tidak mengunjungi situs yang tidak sesuai.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Cyntia Jasmine, Founder GIFU, Vivi Andriyani, Marcomm & Promotion Specialist, dan Irma Nawangwulan, Lecture IULI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 20 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.