Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch: “Kasus Ini Tidak Cukup Hanya Ditangani Bea Cukai.”

TIRAS.id

TIRAS.id — Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch memaparkan, ada pihak tertentu yang berusaha melindungi rombongan Ari Arkhara dengan Undang Undang Kepabeanan.

Ind Police Watch (IPW) menilai, apa yang dilakukan Dirut Garuda itu adalah tragedi menjelang Hari Anti Korupsi se-Dunia dimana seorang pimpinan (Dirut Garuda) bersama sama bawahannya melakukan persekongkolan dan permufakatan jahat.

“Dalam menyalahgunakan wewenangnya, untuk memanfaatkan fasilitas negara demi keuntungan pribadi dan kelompoknya,” demikian rilis yang disebar.

Tapi anehnya, masih menurut rilis IPW, hingga kini jajaran Polri belum bergerak mengusutnya. Sementara, pihak Bea Cukai juga belum mengungkap secara itransparan, barang mewah apa saja yang diselundupkan rombongan Ari Askhara.

Beredar isu, selain Harley Davidson dan sepeda mewah, rombongan itu juga menyelundupkan sejumlah tas branded dan barang barang lain. Begitu juga mengenai jumlah rombongan belum dipaparkan secara transparan.

Rombongan ini diduga telah memanipulasi data penerbangan.

“Jika seorang pimpinan perusahaan penerbangan negara sudah memanipulasi data penerbangan, ini tentu sebuah kejahatan luar biasa yang tidak bisa ditolerir,” tutur Neta Pane.

Akibat tidak transparannya penanganan kasus ini IPW menduga ada pihak pihak tertentu yang berusaha melindungi rombongan Ari Askhara agar tidak terjerat kasus hukum dan cuma dikenakan denda kepabeanan.

“Kasus ini tidak cukup hanya ditangani Bea Cukai. Dugaan KKN, penyalahgunaan jabatan, persekongkolan jahat memanfaatkan fasilitas negara untuk memperkaya diri dan kelompok,” ujar Neta.

“Polri jangan berdiam diri melihat kasus ini. Polri perlu menggali dan mengembangkan modus lebih jauh dari peristiwa tindak pidana yang dilakukan rombongan Ari Askhara, termasuk unsur tindak pidana KKN-nya,” masih menurut aktivis LSM pengamat kepolisian ini.

“Apa yang dilakukan rombongan Ari Askhara itu, nyata-nyata terpenuhi unsur pidananya, terutama tindakan persekongkolan jahat,” demikian Neta melihat ulah konyolnya sebagai pejabat negara perlu dikenakan pasal berlapis, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Dewan Komisaris telah mengantongi siapa saja oknum-oknum yang terlibat, termasuk juga tiga direksi yang tak punya izin dinas ketika bertolak ke Toulouse, Prancis yang menimpa Garuda, yakni penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Berdasarkan manifest, keempat direktur tersebut adalah, I Gusti Ngurah Askhara (Direktur Utama Garuda), Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan Garuda), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha), dan Heri Akhyar (Direktur Capital Human). Dari keempat nama tersebut baru Ari Askhara yang dicopot dari jabatannya.

Tinggalkan Balasan