Premium KontenTrend

MUSDA I DPD ARUN Jakarta 11 Juli 2026 di Gren Alia Hotel, Cikini Jakpus

×

MUSDA I DPD ARUN Jakarta 11 Juli 2026 di Gren Alia Hotel, Cikini Jakpus

Sebarkan artikel ini

TIRAS.id Dari Cikini, ARUN Jakarta Merajut Konsolidasi Menuju Indonesia Emas 2045

Musda 1Arun Jakarta berjalan lancar di Alia Gren Hotel Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Juli 2026.

Forum yang dirangkai dengan Dialog Publik bertema “Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045” itu menjadi panggung bagi ARUN untuk menegaskan arah perjuangannya di tengah dinamika politik dan sosial ibu kota yang semakin kompleks.

Bagi Ketua Panitia Musda, M. Deka Sapei, pertemuan tersebut bukanlah seremoni organisasi yang selesai ketika palu sidang diketukkan. Ia memandang Musda sebagai awal dari proses panjang memperkuat jejaring advokasi masyarakat.

“Kegiatan ini adalah titik tolak konsolidasi gerakan rakyat yang berorientasi pada penguatan hukum dan demokrasi. Kami ingin melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk berbicara secara terbuka dan solutif,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan arah yang ingin dibangun ARUN. Organisasi tersebut berupaya memperluas ruang dialog antara masyarakat, pemerintah, akademisi, hingga aparat penegak hukum dalam merespons berbagai persoalan publik.

Musda sekaligus menjadi forum penetapan dan pelantikan kepengurusan baru DPD ARUN Daerah Khusus Jakarta. Ketua DPD ARUN DKJ, Paisal Sangadji, mengatakan pembaruan struktur organisasi merupakan bagian dari regenerasi sekaligus penyesuaian terhadap tantangan zaman.

Menurut Paisal, organisasi membutuhkan kepemimpinan yang adaptif agar mampu menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat dan memperkuat fungsi advokasi di tingkat daerah.

“Kami ingin menghadirkan struktur kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman serta menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih efektif,” katanya.

Pilihan menjadikan Jakarta sebagai titik penting konsolidasi bukan tanpa alasan. Sebagai pusat pemerintahan, ibu kota selalu menjadi barometer berbagai kebijakan nasional sekaligus ruang perjumpaan beragam kepentingan politik, ekonomi, dan sosial.

Karena itu, menurut Paisal, Jakarta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Jakarta adalah pusat pemerintahan dan simbol kebangsaan. Kita harus menjadi teladan dalam mengawal demokrasi yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Selama ini ARUN membangun jaringan organisasi di 34 provinsi dengan fokus pada advokasi hukum, perlindungan hak-hak masyarakat, serta penguatan demokrasi partisipatif.

Konsolidasi di Jakarta dipandang sebagai langkah strategis agar aspirasi masyarakat dapat tersalurkan secara lebih efektif kepada para pengambil kebijakan.

Musda DPD ARUN DKJ juga melanjutkan rangkaian konsolidasi organisasi yang sebelumnya telah berlangsung di sejumlah daerah, antara lain Kalimantan Tengah, Lampung, Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Jawa Tengah. Masing-masing Musda membawa isu lokal yang berbeda, tetapi memiliki tujuan serupa: memperkuat organisasi dan memperluas jejaring advokasi masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelantikan pengurus baru DPD ARUN DKJ oleh Ketua Umum DPP ARUN, Dr. Bob Hasan, M.H., yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI dan Ketua Badan Legislasi DPR RI.

Pelantikan itu menjadi penanda dimulainya masa bakti baru organisasi di Jakarta sekaligus memperkuat koordinasi antara kepengurusan pusat dan daerah.

Selain Bob Hasan, kegiatan dihadiri sejumlah pengurus nasional dan tokoh organisasi, antara lain perwakilan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kompol Abdillah, Dewan Pakar DPP ARUN Prof. Puji, Dewan Penasehat DPP ARUN Dr. Parlin Rumohorbu, Sekretaris Jenderal DPP ARUN Bungas T. Fernando Dulling, Ketua Harian DPP ARUN Johnny Situwanda, serta Bendahara Umum DPP ARUN Zakia Assegaf.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional, mulai dari penegakan hukum, penguatan demokrasi, hingga peningkatan partisipasi publik, ARUN menempatkan Musda ini sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi para peserta, agenda sehari di Cikini bukan hanya tentang memilih pengurus baru. Yang mereka bangun adalah fondasi gerakan jangka panjang yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap terwujudnya Asta Cita dan Indonesia Emas 2045—sebuah visi tentang Indonesia yang lebih berdaulat, adil, demokratis, dan sejahtera.

 

 

tiras.id/ MUSDA I DPD ARUN Jakarta

Rapat jelang MUSDA 1 Arun Jakarta