Mengatasi Perubahan Komunikasi dalam Keluarga di Era Digital

oleh


EKSEKUTIF.COM – Keluarga menjadi lingkup terkecil kita yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anaknya. Perihal keluarga juga dijelaskan pada bab 1 pasal 1 ayat 6 UU No. 52/2009 bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dan saling ketergantungan.

“Konsep saling ketergantungan ini menjadi penting karena keluarga merupakan tumpuan untuk menumbuhkembang dan menyalurkan potensi setiap anggota keluarga lainnya,” ungkap Byarlina Gyamitri seorang psikolog dan konsultan pemberdayaan SDM saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) pagi.

Di lingkup terkecil ini, seseorang mempelajari berbagai hal, seperti fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan. Tidak lupa juga fungsi ekonomi, hingga fungsi lingkungan.

Selain itu, keberadaan kita pada suatu keluarga mengandalkan komunikasi. Dengan adanya kemajuan teknologi dan era digital, terjadi pergeseran komunikasi dalam keluarga yang berdampak pada tatanan nilai di dalamnya. Hadirnya teknologi mengubah budaya perilaku dan komunikasi para anggota keluarga. Hal ini bisa terjadi lantaran di era sekarang masing-masing anggota keluarga sibuk dengan gawai. Perilaku tersebut juga menggeser nilai kepedulian antaranggota keluarga.

Byarlina mengatakan, sejatinya perkembangan IPTEK ini membantu mempercepat, mempermudah, dan menghilangkan batas ruang dan waktu, tetapi terjadi pergeseran kehidupan.

“Makanya setiap perubahan meskipun ke arah yang lebih baik pasti ada ketidaknyamanan. Ini harus disesuaikan kembali agar bisa menjadi perubahan yang lebih berguna dan memberi nilai tambah,” jelasnya.

Dalam hal ini, orang tua dalam keluarga harus dinamis dan mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan, serta mengubah cara-cara berinteraksi dengan anak pada saat yang tepat. Tujuannya agar ketidaknyamanan dari perubahan teknologi tersebut bisa dikurangi. Penting juga mengenali dampak positif dan negatif penggunaan teknologi terhadap perkembangan anak.

Sehingga tugas orang tua adalah mempersiapkan anak menghadapi zamannya. Ayah dan ibu harus konsisten memiliki kesamaan bahasa dalam menerapkan nilai-nilai, mengajari cakap digital, dan komunikasi efektif di dalam keluarga. Hal itu dapat dikakukan dengan menjaga komunikasi dengan anak agar mencapai hubungan baik, membekali diri sebagai orang tua yang bisa mendampingi anak mengakses internet, mengawasi anak dengan aplikasi parental control, membuat aturan terkait penggunaan internet di rumah dengan melibatkan anak, menjadi teman anak di media sosial, serta menjadi anutan digital yang baik untuk anak.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Rafi Faudy Saefullah Sjukrie (Founder Tipsea Coffee and Eatery), Muhammad Arifin (Kabid Komunikasi Publik RTIK Indonesia), Nindy Tri Jayanti (Entrepreneur dan Penggiat UMKM), dan Ida Rhjinsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 14 kali dilihat,  14 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.