Menerapkan Digital Skills bagi UMKM di masa Pandemi

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Perubahan kilat saat memasuki masa pandemi nyatanya lebih banyak menghadirkan pikiran negatif.

Terutama saat kita dipaksa untuk melakukan karantina dan berdiam di rumah. Karena itu, muncul stress, rasa bosan, ketakutan, depresi dan sebagainya.

Namun, hal tersebut tidak seharusnya dibawa berlarut. Menurut Klemens Rahardja, Founder deri The Entrepreneurs Society, setiap orang memiliki dua cara pandang dari suatu peristiwa, negatif dan positif.

“Kalau kita mau lihat hanya secara negatif, kita tidak akan pernah lihat sisi positifnya. Sebenarnya, masih banyak peluang-peluang ada selama pandemi,” tutur Klemens dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021).

Perubahan ini akan mengubah cara kita bekerja, berinteraksi, dan bertransaksi.

Tanpa disadari, pandemi dan kehidupan serba online ini turut membawa dampak positif.

Di antaranya, peluang tanpa batas di mana seseorang bisa membangun bisnis dengan modal yang minim dan jangkauan yang lebih luas.

“UMKM pun kalau punya sedikit saja digital skills itu bisa melihat dunia baru dan peluang juga daya saing yang lebih luas. UMKM bahkan bisa berkembang jauh lebih besar daripada bisnis yang sudah punya nama,” ucapnya.

Klemens mengatakan, kita bisa mulai dengan belajar beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Di dunia bisnis yang berubah menjadi online, kita beradaptasi dengan mempelajari digital marketing. Karena peluang bisnis di era ini sangat besar seiring meningkatnya pengguna internet di Indonesia.

Sebagai cara untuk menarik pembeli, teknik marketing yang bisa digunakan ialah dengan menerapkan AIDA model.

Keempat langkah ini perlu dilakukan untuk membuat orang mengetahui brand dan produk kita hingga membelinya.

Pertama, meningkatkan awareness agar orang-orang mengetahui brand dan produknya. Untuk meningkatkan awareness kita bisa memanfaatkan media sosial dan website.

Kedua, setelah mengetahui kita bisa memanfaatkan tools-tools untuk membuat target ini tertarik.

Ketiga, membuat target merasa ingin membeli produk atau jasa kita.

Dengan ini, kita harus berupaya meyakinkan pembeli dalam mengambil keputusan untuk membeli produk/jasa kita dengan memperlihatkan kelebihan, manfaat, dan sebagainya.

Keempat, action yakni keadaan di mana target telah yakin untuk membeli produk kita.

Menurutnya, hal terpenting ialah kita fokus membuat konten dengan semenarik mungkin.

Tujuannya agar orang-orang mulai mengikuti di platform media sosial dan mengenal produk-produk yang disajikan sebelum akhirnya membeli produk tersebut.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dee Rahma (Digital Marketing Strategist), Henry V. Herlambang (CMO Kadobox), Benny Daniawan (Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma), dan Made Nandhika (KOL).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 90 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.