Masyarakat Perlu Mengidentifikasi Hoaks yang Mengancam Nilai Kesopanan Digital Netizen Indonesia

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Studi Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft, Indonesia berada di urutan terakhir dari “Kesopanan di dunia digital”. Di antaranya survei menyebut beberapa hal yang mengidentifikasi menjadi ancaman media sosial di Indonesia yaitu 47% terkait hoaks dan penipuan, 27% ujaran kebencian, dan 13% untuk diskriminasi.

“Hoaks sangat berbahaya karena bisa menjadi alat untuk membunuh karakter seseorang, bisa memecah belah masyarakat, dan menimbulkan kecemasan,” kata Irma Nawangwulan seorang Dosen di IULI, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Selasa (28/9/2021).

Dia pun memberikan kiat praktis supaya setiap orang bisa menerapkan etika dan norma sopan santun di dunia maya. Misalnya menggunakan bahasa yang sopan dan mengingat dengan siapa berinteraksi walau di dunia digital tidak bertatap muka. Selanjutnya bijak dalam menyebarkan informasi, jangan asal dalam membagikan namun saring dulu apakah benar. Buat konten yang produktif dan positif ketimbang hanya komentar. Terakhir bertanya dulu kepada diri sendiri sebelum mengunggah apakah isinya positif, benar, dan perlu.

“Agar tidak termakan hoaks antisipasi judul berita yang provokatif, cek nara sumbernya, waspada dengan gambar yang dikirimkan, dan jangan buru-buru sharing,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Elfira Fitri, manager External Student Affairs of Universitas Multimedia Nusantara dan Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 13 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.