EKONOMI

Manajemen Dunkin’ Donuts Mencari Solusi Terbaik, Tak PHK Karyawan

TIRAS.id

TIRAS.id — Dunkin’ Donuts tidak mem-PHK (pemutusan hubungan kerja) karyawannnya, tapi upah karyawan dipotong dan tak ada Tunjangan Hari Raya (THR). Sebagai langkah manajemen Dunkin Donuts menyelamatkan bisnis.

Namun namanya pekerja, memang tidak mau tahu. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Dunkin Donuts di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Aksi ini dikuti sekitar 200 anggota menuntut (THR) dari perusahaan.

Menurut serikat karyawan, THR dan upah adalah hak pekerja dan menjadi kewajiban perusahaan. Tak perduli situasi, dimana sektor restoran terus berjatuhan, setelah KFC merumahkan hampir 5.000 karyawan dan potong gaji karyawan.

PT Dunkindo Lestari, pemegang lisensi waralaba donat Dunkin’ Donuts di Indonesia mengaku terdampak pandemi covid-19. Banyaknya mal yang tutup berimbas pada operasi bisnis Dunkin’ Donuts, sehingga yang jadi korban adalah hak pekerja seperti upah dan THR yang belum dibayarkan.

Manajer HRD Dunkin’ Donuts, Junaidi  mengakui serikat pekerja memang tidak diibatkan dalam keputusan penundaan THR dan pemotongan gaji, tetapi melalui jalur manajerial yaitu melalui GM, manager, supervisor, head atau shift leader. Ia bilang aturan dari Kemenaker adalah melalui persetujuan karyawan bukan serikat pekerja.

Situasinya sulit. Sebagian kecil karyawan harus dirumahkan karena ada toko di mal yang tutup, sehingga pihaknya masih menunggu mal-mal dibuka. Sebagian besar toko tutup dan hanya 1 shift, dulu bisa 2 shift.

Serikat Pekerja Dunkin' Donuts beredemo menuntut pembayaran upah dan tunjangan hari raya (THR) (ist)Foto: Serikat Pekerja Dunkin’ Donuts beredemo menuntut pembayaran upah dan tunjangan hari raya (THR) (ist)
Serikat Pekerja Dunkin’ Donuts beredemo menuntut pembayaran upah dan tunjangan hari raya (THR) (ist)

Total Page Visits: 138 - Today Page Visits: 5
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan