Makna Baju Adat Dayak Kalimantan Serta Beragam Jenisnya

oleh


Kaya akan kebudayaan, setiap daerah di Indonesia memiliki budaya pakaian adat yang beragam. Tak terkecuali baju adat Dayak Kalimantan.

Dayak merupakan suku asli yang mendiami pulau Borneo tersebut. Meski zaman sudah berganti, kebudayaan mereka hingga kini pun masih tetap lestari. Hal yang menjadi ciri khas dari suku Dayak sendiri ialah pakaian adat yang indah dan elegan.

Sebut saja pakaian adat Ta’a Sapei Sapaq yang menambah kecantikan dan ketampanan masyarakat suku Dayak. Pakaian adat yang dikenakan pun biasanya dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris, menambah kesan elegan.

Perempuan suku Dayak biasanya mengenakan pakaian adat Ta’a. Di sisi lain, pihak laki-laki mengenakan Sapei Sapaq. Aksesoris berupa helaian bulu di kepala pun membuat baju adat ini khas dan bertahan sejak dahulu.

Artikel Terkait:  Pesona Ukiran pada Talawang Khas Suku Dayak, Cantik dan Sarat Makna

Baju Adat Dayak Kalimantan Ta’a Sapei Sapaq

Elagan, Ini Makna Mendalam Pakaian Adat Suku Dayak Kalimantan

Sumber foto: borneo24.com

Pakaian adat Ta’a Sapei Sapaq menjadi busana yang kerap dipakai masyarakat ketika datang dalam perayaan resmi suku Dayak. Misalnya saja penyambutan tamu kehormatan maupun upacara pernikahan.

Pakaian Adat Ta’a

Elagan, Ini Makna Mendalam Pakaian Adat Suku Dayak Kalimantan

Sumber foto: Merdeka.com

Perempuan yang mengenakan baju Ta’a memiliki filosofinya tersendiri. Pakaian ini mencerminkan makna kesederhanaan dan keagungan.

Ta’a juga melambangkan karakter perempuan Dayak yang penuh kewibawaan serta percaya diri.

Pakaian Ta’a memiliki kesan elagan nan eksotis. Bahannya sendiri terbuat dari kain bludru berbentu seperti rompi yang disebut Inog.

Motifnya terlihat khas dengan rajutan manik-manik yang berwarna warni. Manik-manik ini pun terdapat di bagian depan maupun belakang baju. Ada juga di bagian lengan atas dan lengan bawah.

Rumbaian rajutan manik-manik pun terdapat di baju Ta’a. Inilah yang dinamakan uleng, kerap menghiasi leher hingga area dada.

Selain beberapa aksesoris di atas, ada juga jenis aksesoris lain yang biasanya dipakai oleh perempuan Dayak, di antaranya:

  • Sabau: Aksesoris ini berupa anting-anting dari manik yang dipakai di telinga.
  • Laku Salem : Gelangan

Artikel Terkait: 10 Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kalimantan, Unik dan Merdu!

Pakaian Sapei Sapaq

Elagan, Ini Makna Mendalam Pakaian Adat Suku Dayak Kalimantan

Sumber foto: Infoborneo.com

Laki-laki suku Dayak pun mengenakan Sapei Sapak ketika ada acara-acara formal. Seperti halnya pakaian adat Ta’a, Sapei Sapaq juga memiliki filosofi. Pakaian yang gagah ini memiliki makna keberanian, tanggung jawab, serta keperkasaan.

Pada pakaian ini pun terdapat juga rumbai rajutan sebagai pemanis pakaian adat. Di sisi lain, ada juga beragam aksesoris yang kerap digunakan bersamaan dengan pakaian ini, di antaranya:

  • Mandau atau malat : Aksesoris ini berupa parang atau pedang yang digantung pada pinggang laki-laki Dayak.
  • Beloko : Semacam topi yang terbuat dari anyaman daun pandan, biasanya diberi manik-manik kecil dilengkapi hiasan serta bulu burung Enggang.
  • Uleng:  Sejenis kalung manik untuk memperindah penampilan.
  • Besunung : Jenis pakaian yang terbuat dari kulit binatang buruang seperti beruang.
  • Anting-anting: Aksesoris anting ini bisa terbuat dari taring macan maupun beruang yang ditusukkan ke daun telinga.

Artikel Terkait:  62 Inspirasi Nama Bayi Suku Dayak yang Penuh Makna

Makna Warna Pakaian Adat Bagi Suku Dayak

Selain memiliki filosofi secara umum mengenai pakaian adat mereka, pemilihan warna pakaian adat pun tidak sembarangan, lho. Masyarakat suku Dayak memiliki filosifo warna yang mereka pilih untuk pakaian sehari-harinya.

Berikut arti dari beragam warna yang dikenakan baik pakaian maupun aksesorisnya.

Putih: Aksen putih bagi masyarakat Dayak melambangkan suatu kemurnian serta kesucian jiwa atau hati masyarakatnya.

Hitam: Warna hitam menajdi warna khusus untuk melambangkan suasana duka atau sebagai tanda kedewasaan seseorang.

Merah: Warna ini melambangkan jiwa keberanian untuk membela kebenaran, ini juga melambangkan persatuan serta keberanian masayarakat.

Hijau : Terinspirasi dari alam, hijau melambangkan makna kemakmuran, kesuburan, dan dekat dengan lingkungan alam.

Kuning: Warna kuning meambangkan nilai keagungan, tanda kehormatan, dan kejayaan.

Itulah penjelasan mengenai baju adat Dayak Kalimantan Ta’a Sapei Sapaq yang begitu melegenda dan tetap lestari hingga kini. Mari tetap lestarikan budaya bangsa dan mengenalkannya pada generasi penerus.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

****

Baca Juga:

7 Aktor dan Aktris Indonesia Asal Kalimantan, Siapa Saja?

Cara Mudah Memasak Soto Banjar, Kuliner Khas Kalimantan Selatan

5 Fakta Unik Tari Mandau, Tarian Perang Menggunakan Senjata Tajam

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.