Viral

Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia Holding Company, Kenapa?

TIRAS.id

Di BUMN yang jelas bermasalah, malah karena teman di grup perusahaannya yang dulu, komisarisnya malah aman-aman saja.

TIRAS.id — Yanuar Rizky yang dikenal sebagai pengamat, kembali ke indepen.

Ramai dibicarakan di publik dan media sosial, Erick pilih kasih. Di BUMN yang jelas bermasalah, malah karena teman di grup perusahaannya yang dulu, komisarisnya malah aman-aman saja.

Mantan Komisaris Independen di PT Pupuk Indonesia (Persero) ini menilai, ada kejanggalan dari pencopotan dirinya.

Kejanggalan itu, dimuat medsos pribadi dari  komisaris independen di PT Pupuk Indonesia, yang diangkat sejak 5 Juni 2015 lalu. Artinya, dia sudah menduduki posisi tersebut selama 4 tahun enam bulan lamanya.

Menteri BUMN Erick Thohir beralasan, tak bisa kemukakan secara detil ke publik, tapi like and dislike terkait dengan cara mengelola korporasi.

Pergantian dan penghentian adalah hal lumrah, karena ini perusahaan negara bukan perusahaan keluarga.

“Menjadi tidak lumrah, jika diberhentikan sebelum waktunya; dimana, saya diberhentikan sebelum waktunya dan hanya saya sendiri yang kena pergantian,” demikian Yanuar Rizky mengungkap ke publik.

Mengenai “framing etika dan moral” dengan kemasan “bersih-bersih BUMN, Yanuar menegaskan dirinya tidak terkait ahlak dan etika.

“Ada alasan kenapa saya diberhentikan, yang mengambil saya menyatakan sikap ke pemegang saham (KBUMN), biar ini jadi dokumen yang menyatakan Kepentingan Negara harus di atas segalanya,” ujar Yanuar #enjoyAja

Ramai di Medsos

Yanuar:

“Hari ini saya menerima episode lain yang Allah atur dalam hidup saya.

Suratan SK saya sebagai Komisaris Independen (Ketua Komite Audit) di PT Pupuk Indonesia Holding Company selesai sebelum masanya berakhir.

Saat itu 5 Juni 2015, saya sedang gym telpon saya berbunyi di seberang telpon mengatakan saya ditunggu RUPS PIHC sore itu juga…

Saya tanya emang saya jadi apa? Komisaris Independen jawabnya… sebuah amanah dari negara yang tidak saya duga, ya saya tidak pernah memintanya dan mencoba mencari posisi…

Sore itu saya disodorkan SK dan Pernyataan soal Independen.

Saya baca seksama posisi independen mengharuskan saya deklarasi dan siap melepaskan kegiatan, saham dst yang berpotensi konflik kepentingan…

Malam itu juga saya merasa pekerjaan saya sebagai Konsultan harus berakhir, ya saya merasa suratan bab hidup beralih.

Saya hubungi klien saya dan memutuskan kerjasama.

Kalau ada teori ahlak, sejak awal saya jelas tak ada posisi yang saya rangkap-rangkap. Saya berahlak, saya yakini itu (satu kata dan perbuatan)

Sejak saat itu, saya menumpahkan seluruh hasrat dan semangat saya untuk dunia petani, pertanian dan pupuk.

Ukuran kinerja saya selama 4 tahun 6 bulan menunjukan ini, saya menghadiri seluruh rapat Dekom, Rapat Direksi Dekom, Rapat Komite, Kunker monev ke pabrik, jalur distribusi dan petani, seluruh negeri hampir saya datangi memastikan apa yg dirasakan petani gurem, ya karena itulah mandat BUMN Pupuk menjamin subsidi bagi petani.

Saya pun aktif dalam konferensi internasional, melaporkan seluruh hasilnya dalam agenda strategik (dokumen di Kementrian BUMN buktinya, juga WA saya dalam komunikasi dengan seluruh stakeholder).

Saya pun memilah hal yang bisa saya sharing ke ruang publik, melalui medsos dan blog saya.

Kalo Eric Tohir selaku Menteri BUMN dimana-mana ceramah soal ahlak, saya menunjukan ahlak saya dengan parameter kerja dan juga tak sepeser pun saya ingkar dan korupsi.

Saya tak ada bawa kawan dan pasukan gerombolan ke pupuk, saya selalu menempatkan ini perusahaan negara, bukan keluarga.

Bahkan, banyak kawan yang sekedar minta dikenalkan ke direksi terkait proyek, saya tolak.

Silahkan tanya sobat-sobat saya soal ini saya selalu bilang “ini perusahaan negara, janji gw ama anak dan istri, kehormatan tidak dekat-dekat Korupsi, Kolusi, Nepotisme”

Kinerja dan kerja saya menunjukan saya berbekal kompetensi, integritas dan kepemimpinan yang tanpa catatan negatif.

Untuk semua itu, saya BANGGA.

Sehingga, ketika saya diberhentikan dari pupuk, saya bisa pulang dengan senyum, menyapa anak, istri dan IBU saya (orang yang selalu mendoakan saya selamat dunia akhirat) dengan Bangga, saya pulang tanpa cela.

Ibu saya dalam penyembuhan sakitnya, rupanya mendengar pembicaraan saya ditelpon. Dia tanya istri saya ada apa?

Istri saya bilang Ibu jangan pikirin, kan ini sudah biasa, doakan saja ini suratan bab lain dalam hidup anaknya.

Ibu saya menanyakan kenapa saya bersikap. Saya katakan, saya tak pernah meminta. Tapi, saya juga punya kehormatan, punya prestasi dan integritas yang saya banggakan. Saya akan melawan kalau orang menghina, karena ajaran Ibu kita ngak bisa membuat semua orang senang, tapi harus respek.

Kalo orang tidak senang karena main joroknya dibalut ceramah kemudian menodai kehormatan orang lain, bagi saya sikap adalah soal membela kehormatan.

Saya katakan ke Ibu saya, percayalah saya tidak korupsi, saya sudah bekerja dengan baik, ini hanya akhir sebuah episode dari Alloh. Dalam hati, saya terkuatkan ketika Ibu saya bilang ya Ibu doakan.

Pulang ke rumah dengan kepala tegak. Memberi kontribusi bagi negeri meski sedikit, saatnya menepi. Semoga, jadi catatan kebaikan dalam hidup.

Saya sebagai warga negara menerima mandat dari negara. Saya mohon maaf kalau banyak kesalahan selama menjadi Komisaris Independen Pupuk Indonesia.

Satu harapan saya, satu kata dan perbuatan. Semoga BUMN menjadi bersih dalam arti sesungguhnya, bukan sebatas drama.

Ada penyebab saya diberhentikan, saya harap yang jadi masalah dapat diselesaikan dengan baik, karena ini perusahaan milik rakyat, uang rakyat, bukan perusahaan keluarga.”

Wassalam…
Merdeka
#enjoyAja
-Yanuar Rizky, WNI

 

“Rapat Direksi Dekom, Rapat Komite, Kunker monev ke pabrik, jalur distribusi dan petani, seluruh negeri hampir saya datangi memastikan apa yg dirasakan petani gurem.”

 

baca juga: majalah matra edisi cetak terbaru — klik ini

Total Page Visits: 50 - Today Page Visits: 3
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan