“Keruk Sungai Ciliwung Antisipasi Banjir Dadakan”

oleh

POJOK News

“Antisipasi Banjir, Sungai Ciliwung Dikeruk”

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researcher)

“Batas ketinggian air sungai sih normal, ” kata Pak Anggi, Petugas Piket Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta (Minggu, 8/8/2021). Dan, yang tertinggi “Hari Sabtu kemarin di Depok, sampai 200 meter, ” tambah rekan kerja Pak Anggi.

Di lokasi dekat Terminal Kampung Melayu, selain yang di Manggarai, memang menjadi ‘titik sentral’ pemantauan ketinggian air sungai selain di Depok dan Katulampa Bogor, Jawa Barat. ‘Warning’ Banjir Siaga 1, 2, 3, dan 4 dibuat berdasarkan hasil ‘monitoring’ di lokasi tersebut.

“Saya dari Depok nih pake sepeda, ” kata Syam, warga bantaran Sungai Ciliwung yang baru datang bersepeda empat jam lebih sejak pagi, berolahraga sambil jalan-jalan. “Kalau banjir sih sekitar dua tahun lalu (akhir Desember 2019), ” lanjut Sanip, panggilannya, menambahkan informasi.

Meski demikian, mengantisipasi munculnya banjir dadakan, Sungai Ciliwung di kawasan Kampung Melayu dikeruk lagi supaya lebih dalam. Pada saat normal, bahkan dipinggiran air sungai yang kering bisa ditanami sayur-sayuran; namun saat banjir, air bisa meluap sampai ke atas genteng perumahan perkampungan yang menetap di bantaran Sungai Ciliwung.

Perlu antisipasi yang lain, memang; mengingat negara-negara maju saja di sebagian wilayah Amerika Latin, Eropa, India, dan RRC saja bisa muncul banjir dadakan akibat anomali cuaca ekstrim ‘Climate Change’ (Pompa Air, Evakuasi Dini, dll).
*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.