GAYA HIDUP

Kanker Hepatitis

TIRAS.id

TIRAS.id — Hati merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia. Fungsi utamanya, menyaring segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh. Ia juga melindungi tubuh dari infeksi, dengan cara membuang bakteri dan berbagai bahan beracun yang ada pada darah, sehingga tubuh tetap sehat.

Selain itu, hati juga bertanggung jawab terhadap penyimpanan energi untuk menggerakkan otot dan mengatur kadar gula darah, kolesterol, hormon, dan berbagai enzim. Namun, ketika virus hepatitis menghinggapinya, segala fungsi itu berangsur-angsur lenyap.

 ***

APA ITU HEPATITIS?:  Hepatitis disebut juga radang hati/lever. Pada umumnya, penyakit ini membuat kulit dan mata penderita berwarna kuning sehingga sering disebut penyakit kuning. Namun, menurut Agus Sudiro Waspodo, dokter ahli penyakit dalam Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, penyakit kuning tidak selalu berarti hepatitis. Karena, penyakit kuning juga dapat ditimbulkan oleh sebab lain, misalnya berbagai gangguan di empedu.

Dilihat dari penyebabnya, hepatitis dapat ditimbulkan oleh infeksi virus, obat-obatan, reaksi sistem imunitas di dalam tubuh, atau bakteri.

Agus mengatakan, pada dasarnya setiap hepatitis berasal dari sebab yang berbeda dan dengan cara masuk yang berbeda pula, namun gejalanya sama. Setelah melalui pemeriksaan laboratorium, dokter baru dapat mendiagnosis tipe virusnya.

Di banyak artikel tertulis bahwa tipe virus hepatitis itu meliputi A, B, C, D, E, F, dan G bahkan Z, namun yang berjangkit di Indonesia hanya tipe A, B, dan C. Sebuah studi mengungkapkan, 70–80% masyarakat Indonesia pernah terinfeksi virus hepatitis A (VHA). Hal ini terbukti dari hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan bahwa di dalam tubuh mereka terdapat suatu daya tolak terhadap virus ini.

Mereka yang terinfeksi VHA dapat sembuh total, dan tidak demikian halnya dengan mereka yang terinfeksi virus hepatitis B (VHB) dan C (VHC). Bahkan, VHB dapat menyebabkan penderitanya terkena hepatitis kronis dan akhirnya kanker hati, karena VHB yang menggerombol di Deoxyribose-Nucleic Acid (DNA) sel hati akan berkembang biak menjadi sel kanker hati.

Gejala hepatitis kronis tidak spesifik. Pada sebagian besar kasus yang ditemui, penderita biasanya merasa begah pada perut dan rasa capek yang luar biasa. “Acap kali orang mengaitkan rasa capek dengan kerja keras. Padahal, kemungkinan itu gejala hepatitis kronis,” kata Agus.

Hepatitis kronis tingkat lanjut akan membuat tubuh penderita membengkak dan perut membuncit. Kemudian, hati akan menciut sehingga tidak dapat berfungsi normal. Lalu, muncul banyak benjolan di hati dan lambat laun hati itu mengeras. Pada kondisi itulah kanker hati muncul.

Dalam hal ini, pria tiga kali lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan wanita. “Kemungkinan karena pria kurang peduli terhadap kesehatannya,” kata dokter yang juga konsultan saluran cerna dan hati ini. Berdasarkan penelitian, penyakit ini biasanya diderita pria berusia 40–50 tahun, terutama mereka yang tetap kukuh dengan gaya hidup ngawur.

Kanker hati dapat berakhir dengan kematian, jika ukuran sel kankernya sekitar 3–5 sentimeter dan sudah sulit diobati. Harapan hidup penderitanya rata-rata hanya 148 hari, sedangkan jika ukurannya kurang dari dua sentimeter dan segera mendapat pengobatan, harapan hidup penderitanya mencapai lima tahun.

Jika tidak disertai hepatitis kronis, operasi merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi penyakit ini. Namun, jika sebaliknya, operasi yang berbiaya lebih dari Rp10 juta itu dapat digantikan injeksi alkohol absolut berkadar 96% yang sekali suntik biayanya sekitar Rp1 juta. Atau menggunakan Transarterial Embolization (TAE), yaitu semacam kateter yang berisi zat menggumpal.

Dilihat dari efektivitasnya, berbagai pengobatan ini memberi tingkat keberhasilan yang sama dengan harapan hidup lebih dari 50%. Namun, TAE jarang digunakan karena terhalang mahalnya peralatan dan biaya pengobatan. Padahal, tindakan ini harus diulang setiap enam minggu sekali. Menurut Agus, yang paling efektif adalah transplantasi hati karena reaksi penolakan tubuh terhadap hati lebih kecil daripada ginjal.

Masing-masing pengobatan ini berefek samping, namun dapat segera diatasi dengan antibiotik, kecuali pada operasi karena efek sampingnya adalah perdarahan. “Jika terjadi perdarahan, itu yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Jadi, harus dilakukan operasi ulang,” katanya.

Kanker hati yang mengalami kegagalan dalam pengobatan dapat kambuh. Melalui pembuluh darah, sel kanker ini akan menyebar ke paru-paru, limpa, tulang, dan akhirnya ke jantung.

Kanker. Hati. Mati. Akut. Hepatitis. kronik. Sirosis tahun.
Total Page Visits: 36 - Today Page Visits: 1
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan