Jejak Digital Positif Membawa Peluang Pekerjaan

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Kondisi pandemi membuat transformasi digital mengalami percepatan dan memengaruhi bagaimana masyarakat berinteraksi di dunia digital.

Hampir segala aktivitas kini membutuhkan internet dan beralih ke digital, bahkan bisa dilakukan secara mobile lewat layar ponsel.

Begitu cepatnya perubahan terjadi, sebagian masyarakat masih awam belum memanfaatkan digital ini sesuai norma etika.

Syarief Hidayatulloh, Digital Marketing Strategic Hello Morning Monday mengatakan, setiap orang bisa membangun kualitas diri dengan memiliki etika digital, berilmu dan berdaya sehingga bisa menjadi pribadi unggul di lingkungan.

Namun menurutnya unggul di sini bukan dari kemampuan dan kecerdasan diri sendiri, sebab di era digital ini diperlukan kolaborasi atau dengan tim kerja.

“Penerapan kolaborasi digital ini menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang di masa kini,” kata Syarief saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, pada Rabu, (22/9/2021).

Terlebih sejak kondisi pandemi Covid-19, penerapan kolaborasi digital sangat dibutuhkan untuk kegiatan bisnis dan mendukung aktivitas masyarakat.

Dia pun mengajak masyarakat agar mulai memanfaatkan teknologi secara beretika, sebab jika tidak karier atau masa depan pun bisa hilang.

Inilah salah satu kesimpulan yang dilakukan YouGov, menurut survei yang dipublikasikan di situs World Economic Forum tersebut perusahaan akan memeriksa latar belakang dan identitas pribadi di sosial media pelamar.

Diketahui hampir semua perekrut tidak ingin mempekerjakan pegawai yang memiliki unggahan kata-kata kasar, sering memposting hal negatif, atau berbagi informasi hoaks, karena itu bijaklah dalam bermedia sosial.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director, dan Carlan M, Kepala Bidang Pembinaan Paud Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 21 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.