Hoaks Memanfaatkan Fanatisme dan Membuat Keresahan di Masyarakat

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Digitalisasi membuat penyebaran informasi tersebar begitu cepat terjadi melalui medium perangkat komunikasi seperti ponsel pintar dan platform media sosial. Tak dapat dihindari bukan hanya pengetahuan saja, di dalamnya ada hoaks atau berita palsu yang begitu mudah menyebar di masyarakat. Hoaks membawa dampak besar di masyarakat, bisa menimbulkan keresahan bagi yang salah memercayainya dan merugikan.

Hoaks merupakan informasi bohong yang memiliki tujuan membentuk opini yang salah, menipu, menghasut, menyakiti, bersifat provokasi dan memecah belah dan menimbulkan keresahan bagi yang membaca maupun mendengarnya. Hoaks bisa dikenali ciri-cirinya seperti sumbernya tidak jelas, memunculkan kebencian, dan cenderung tidak netral.

“Hoaks biasanya memanfaatkan fanatisme terhadap agama, memiliki judul headline yang provokatif, minta diviralkan, dan sering memanipulasi foto serta keterangan,” kata Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, pada Rabu (29/9/2021).

Hoaks memiliki dampak yang tak bisa diabaikan dan memengaruhi kesehatan mental seseorang yaitu menimbulkan cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah. Bagi kesehatan fisik, hoaks bisa membuat sulit tidur, malas beraktifitas dan membuat susah berkonsentrasi. Di masyarakt hoaks juga menimbulkan relasi sosial yang tidak baik, bisa berupa saling ejek, saling debat, saling benci dan menimbulkan konflik serta perpecahan

Hoaks sangatlah berbahaya dan dapat memecah belah masyarakat, karena itu masyarakat perlu memiliki pemahaman dalam mengenal ciri-ciri hoaks seperti yang disebutkan di atas. Bahkan setiap orang yang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks. Sebabnya setiap orang haruslah menjadi pembaca cerdas dengan membaca keseluruhan artikel, mengecek kembali siapa penulisnya, cek situsnya, cek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, cek keaslian foto, dan cari berita pembanding. Setiap orang bisa berperan dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat. Di samping itu beri tahu bahwa ada ancaman pidana dari penyebaran hoaks.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Pringgo Aryo Producer & Komposer Musik, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 2 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.