NASIONAL

Demo Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (GEMPAR), Untuk Bupati Pemalang

TIRAS.id

Para aktivis mengajak media massa ibukota memberitakan persoalan yang terjadi di Kabupaten Pemalang kota.

TIRAS-id — Beredar di media sosial dan rilis disebar ke pelbagai media digital nasional, dilakukan oleh aktivis¬† Mahasiswa Pemalang Raya. Tuntutan dalam demo, yang disebar dalam rilis adalah kepedulian terhadap persoalan daerah yang sampai detik ini belum ada kabar baiknya.

Gempar mencatat, “makrak”-nya pembangunan Pasar Randudongkal selama lebih dari dua tahun ke belakang, yang membuat pedagang semakin menjerit. Para pedagang, menurut para aktivis itu, pendapatannya jelas merosot drastis dan bahkan ada yang sampai harus menutup kiosnya.

Kesalahan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang.

“Kesalahan tersebut jelas karena adanya dugaan korupsi yang dilakukan secara masif oleh Bupati Pemalang dan Keponakannya yang bernama sigma selaku kontraktor tunggal yang menangani Mark-Up pembangunan di Kabupaten Pemalang,” demikian demo para aktivis.

“Apakah Pimpinan KPK, Polri dan Kejaksaan tidak berani melakukan penyelidikan atau penyidikan terhadap kejadian yang terjadi di Kabupaten Pemalang?” mereka protes dan meminta kepada KPK dan KEJAGUNG untuk segera mengusut, menangkap dan Penjarakan Junaedi Bupati Dholim.

Para aktivis mengajak media massa ibukota memberitakan persoalan yang terjadi di Kabupaten Pemalang kota.

 

 

  1. Mangkraknya pembangunan Pasar Randudongkal yang sampai saat ini tidak selesai.

  2. Dugaan korupsi anggaran pembangunan Alun-alun dimana dalam pelaksanaannya 1 tahun namun dalam pembangunan dilakukan 3 kali pembangunan.

  3. Dugaan korupsi anggaran pembangunan objek wisata widuri.

  4. Dugaan Korupsi Anggaran Pembangunan Terminal Pemalang.

  5. Dugaan adanya jual beli jabatan di Dinas dengan nilai Rp 300.000.000,- /jabatan dan Honorer Rp 50.000.000,-

  6. KKN penunjukan Keponakan Junaedi yang bernama Sigma sebagai Kontraktor tunggal.

  7. Dugaan adanya Penekanan terhadap Kepala Desa, Guru-guru, & Honorer untuk memenangkan anak dan istrinya menjadi DPRD tahun 2014-2019 dan 2019-2024 dengan biaya yang dibebankan masing-masing dan dengan ancaman pemindahan tempat kerja di Pegunungan.

  8. Usut asal usul asset-asset kekayaan milik bupati yang meliputi 2 SMK, RUMAH MAKAN DAN BEBERAPA PERKEBUNAN.

  9. Adanya pemotongan gaji untuk dana asuransi namun tidak ada polis

  10. Isu temuan dari Kejati Jateng dan Polda Jawa Tengah senilai 23 M yang sampai saat ini tidak ada tindak lanjut pada tahun 2018.

  11. Dugaan penyimpangan pada pekerjaan pengurugkan tanah untuk kantor DPRD Kab. Pemalang tahun 2016 hasil dari BPKB diketemukan adanya dugaan kerugian Negara yang sampai saat ini belum ada satupun Penyidik atau Jaksa yang melakukan penyidikan.

  12. Dugaan Korupsi senilai 10,437 m Pengadaan Peralatan SID di-210 Desa di Kabupaten Pemalang.

Total Page Visits: 82 - Today Page Visits: 2
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan