Dampak Hoaks Membuat Keresahan di Masyarakat

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Di era yang serba memanfaatkan jaringan internet, informasi tersebar dengan cepat melalui medium perangkat komunikasi seperti ponsel pintar dan media sosial, hoaks akhirnya begitu mudah menyebar di masyarakat. Hoaks atau berita bohong memberi dampak membuat keresahan di masyarakat, terelebih di tengah kondisi pandemi hoaks seputar kesehatan mengenai vaksin dan Covid-19 banyak beredar.

Hoaks adalah informasi bohong yang memiliki tujuan membentuk opini yang salah, menipu, menghasut, menyakiti, bersifat provokasi dan memecah belah dan menimbulkan keresahan bagi yang membaca maupun mendengarnya. Hoaks bisa dikenali ciri-cirinya seperti sumbernya tidak jelas, memunculkan kebencian, dan cenderung tidak netral,

“Hoaks biasanya memanfaatkan fanatisme terhadap agama, memiliki judul headline yang provokatif, minta diviralkan, dan sering memanipulasi foto serta keterangan,” ujar Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I, pada Jum’at (24/7/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, hoaks memiliki dampak yang tak bisa diabaikan seperti akan memengaruhi kesehatan mental seseorang dengan menimbulkan cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah. Bagi kesehatan fisik, hoaks bisa membuat sulit tidur, malas beraktifitas dan membuat susah berkonsentrasi. Di masyarakt hoaks juga menimbulkan relasi sosial yang tidak baik, bisa berupa saling ejek, saling debat, saling benci dan menimbulkan konflik serta perpecahan

Hoaks diketahui sangat berbahaya dan dapat memecah belah masyarakat, sebabnya perlu adanya pemahaman untuk mengenal ciri-ciri hoaks seperti yang disebutkan di atas. Setiap orang yang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks. Karenanya setiap orang haruslah menjadi pembaca cerdas dengan membaca keseluruhan artikel, cek kembali siapa penulisnya, cek situsnya, cek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, cek keaslian foto, dan cari berita pembanding.

Karena setiap orang bisa berperan dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat. Selain itu beri tahu bahwa ada ancaman pidana dari penyebaran hoaks. Sejak kecil anak pun bisa diajarkan oleh orang tua agar memutus rantai generasi hoaks dengan melatih anak berpikir lebih kritis dan biasakan anak untuk memahami pesan dari berita yang dibacanya. Orangtua jug bisa bekerja sama dengan pihak sekolah terkait edukasi hoaks.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Yayu Rahayu, Guru DKV SMKN 3 Tasikmalaya, Dessy Natalia, Assist. Lecturer & Industrial Placement Staff UBM, dan Asep Rahimsah, Guru SMKN 3 Tasikmalaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.