rilis

Bupati Ade Yasin Meresmikan Diklat BPSDM Menjadi Pusat Isolasi COVID-19

Hadir pada peresmian tersebut Kepala BPDSM Kemendagri, Teguh Setyabudi didampingi jajaran Forkompimda, Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Bogor, para Kepala RSUD dan tamu undangan lainnya.
TIRAS.id

 

Ditandai Pengguntingan Pita oleh Bupati Bogor, Ade Yasin.

Sebelumnya, fasilitas diklat Kemendagri di berbagai daerah juga telah dipakai untuk menjadi tempat fasilitas karantina atau isolasi dan akomodasi tenaga medis seperti di Yogyakarta, Gorontalo, Bali dan Jakarta.

TIRAS.id — Hari ini (17/05/2020) peresmian Diklat BPSDM  (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) menjadi Pusat Isolasi COVID-19. Resmi menjadi Pusat Isolasi mandiri COVID-19 untuk Kabupaten Bogor.

Hadir pada peresmian tersebut Kepala BPDSM Kemendagri, Teguh Setyabudi didampingi jajaran Forkompimda, Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Bogor, para Kepala RSUD dan tamu undangan lainnya.

Wisma Balai Pendidikan dan pelatihan (Diklat) BPSDM Kementerian Dalam Negeri, yang terletak di Jalan Kemang, Bogor,  terdiri dari 44 kamar dengan 168 tempat tidur untuk Orang dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP).

Fasilitas ini dilengkapi dengan laboratorium, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang farmasi, ruang gizi, laundry, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruang sekretariat dan ruang tidur untuk tenaga kesehatan.

Pusat isolasi COVID-19 berfungsi sebagai lokasi untuk singgah karantina bagi ODP maupun PDP, mengantisipasi meningkatnya jumlah ODP maupun PDP di Kabupaten Bogor yang mengakibatkan daya tampung lima rumah sakit rujukan perlu mendapat tambahan.

Lima rumah sakit rujukan tersebut terdiri dari empat RSUD dan satu rumah sakit paru.

Sebelumnya, fasilitas diklat Kemendagri di berbagai daerah juga telah dipakai untuk menjadi tempat fasilitas karantina atau isolasi dan akomodasi tenaga medis seperti di Yogyakarta, Gorontalo, Bali dan Jakarta.

Ini seiring dengan perintah Presiden Jokowi kepada Mendagri Tito Karnavian di awal Maret lalu untuk menyiapkan fasilitas gedung diklat Kemendagri di berbagai daerah untuk mendukung penanggulangan Covid- 19.

Peresmian dilakukan setelah melalui prosedur standarisasi dalam dua bulan terakhir .

Saat ini tenaga medis telah siap untuk menerima pasien di fasilitas ini.

Menurut data terakhir (17/05/2020) jumlah pasien positif terinfeksi COVID-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 173 pasien, dinyatakan sembuh sebanyak 33 pasien dan meninggal sebanyak 11 pasien.
Sedangkan ODP tercatat sebanyak 1.488 orang, di antaranya sebanyak 1.240 orang sudah selesai menjalani pemantauan.

Ada pun PDP tercatat sebanyak 1.381 orang, dan 898 di antaranya sudah selesai menjalani pengawasan. Terdapat 70 PDP yang meninggal sebelum dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Pusat isolasi COVID-19 berfungsi sebagai lokasi untuk singgah karantina bagi ODP maupun PDP

 

Total Page Visits: 33 - Today Page Visits: 1
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan