Budaya Berbagi Hal Positif di Internet Membuat Makin Mudah Saling Terkoneksi

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Arus informasi sejak adanya internet begitu deras mengalir, tak semua di dalamnya merupakan hal positif.

Setiap orang harus pintar memilah informasi apa yang akan dikonsumsi agar memberikan manfaat.

Henry V. Herlambang, CMO Kadobox mengungkapkan setidaknya ada beberapa pilar pendukung untuk menciptakan budaya produktif dan kreatif di ruang digital.

Antara lain memilah informasi dari akun positif saja di media sosial, termasuk mengikuti komunitas positif fan produktif.

Kemudian bijak dalam berkomentar di media sosial dan ranah digital, serta ikut memberikan kontribusi karya.

“Cara membandingkan akun produktif dan negatif adalah melihat isinya,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Rabu (29/9/2021).

“Kurang produktif cenderung menggiring opini, kubu-kubuan dan gosip. Akun produktif dan positif mengajarkan budaya yang baik dan mengajarkan edukasi,” Henry V. Herlambang menegaskan.

Selain itu kualitas akun-akun yang layak diikuti bisa tercermin dari komentar pengikut dan respons dari penulisnya.

Komentar unggahan yang berbobot bahkan menambah nilai dan perspektif atau memberi opini alternatif.

Pada akhirnya budaya berbagi hal-hal positif membuat orang di tatanan lingkungan tersebut mudah saling terkoneksi.

“Uniknya budaya digital termasuk hal-hal yang dulu tak terpikir akan diminati atau bermanfaat,” kata Henry.

Dia pun mengajak agar selain mengkonsumsi konten, setiap orang bisa membuat kontennya sendiri melalui media sosial.

Berbagai unggahan positif bahkan bisa menjadi personal branding yang membuat seseorang dilirik HRD, mendapat peluang dengan endorsmen, dan lebih mudah membina relasi di media sosial karena isi konten yang berkualitas.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Monica Eveline, Digital Strategic Diana Bakery dan Sophie Beatrix, seorang Psikolog Praktisi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 96 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.