Bahaya Pornografi Pada Anak dan Pentingnya Memberikan Pendidikan Seksual Sejak Dini

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Pengguna internet di indonesia sudah sangat tinggi, menurut layanan menejemen konten Hootsuit & agensi pemasaran media we are social awal 2021 saja sudah ada 202,6 juta orang pengguna. Internet tak hanya dimanfaatkan untuk mencari informasi, ada dampak buruk jika pemahaman tentang bahaya internet tidak orangtua sampaikan pada anak. Terlebih kini aktivitas online anak semakin meningkat sejak pandemi karena digunakan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),

Salah satu bahaya internet yang paling dikhawatirkan orangtua kepada anak adalah paparan pornografi memiliki bahaya kecanduan dan merusak fungsi otak di bagian prefrontal cortex. Pengaruh pornografi pada otak akan menyebabkan penurunan fungsi prefrontal cortex sehingga orang mudah berbohong, harga diri dan konse diri menurun, depresi, sulit konsentrasi, sulit berpikir kritis, sulit menahan diri, hingga gangguan bersosialisasi yang mengarah penyimpangan seksual, mengarah pada kekerasan seksual, dan seks bebas.

“Orangtua perlu memberikan pendidikan seksual sesuai usia anak dan memperkenalkan konsep berinternet aman pada anak,” kata Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, pada Senjn (27/9/2021).

Lebih lanjut dia memberikan beberapa arahan tentang pendidikan seksual anak sejak dini, antara lain:

  1. Usia 0-3 tahun, orangtua perlu memberikan pengenalan mengenai organ kelamin, perilaku sehari-hari dan menanamkan rasa malu.
  2. Usia 4-5 tahun, orangtua mengajarkan bagian tubuh pribadi, perbedaan laki-laki dan perempuan, bagaimana bayi bisa berada di rahim ibu.
  3. Usia 6-8 tahun, orangtua mempersiapkan anak mengalami masa pubertas.
  4. Usia 9-12 tahun, orangtua berkomunikasi dengan anak mengenai perubahan yang akan terjadi. Tentang menstruasi, ereksi dan ejakulasi, mengajarkan harga diri dan norma dalam masyarakat.
  5. Usia 13-18 tahun, orangtua mengajarkan mengenai perasaan dan cinta, keintiman dan cara mengatur batasan dalam hubungan dengan lawan jenis.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Nikita Dompas, Producer & Music Director, dan Shandy Susanto, Dosen di Podomoro University.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 4 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.