Aktivitas Online Meningkat, Jaga Kesopanan di Ruang Digital

oleh


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,– Aktivitas online warga digital semakin tinggi sejak adanya pandemi Covid-19. Pengguna internet di Indonesia saja kini mencapai 202,6 juta orang atau 73,6% dari populasi.

Terdapat pertumbuhan sebesar 15,5% atau 27 juta orang. Adapun pengguna media sosial aktif telah tumbuh 6,3% atau sekitar 10 juta orang.

“Kehidupan kita sudah bertransisi sekali,” kata Feby Indirani, Penulis dan Aktivis Literasi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I pada Rabu (6/10/2021).

“Dengan pemakaian hampir 9 jam per hari untuk internet dan 3 jam di media sosial, itu juga yang memungkinkan lebih banyak lagi interaksi kita dengan orang lain,” masih kata Feby.

Isu di era digital yang patut menjadi perhatian adalah survei Microsoft mengenai Digital Civility Index (DCI) 2020.

Survei yang diikuti 16.000 responden di 32 negara ini menempatkan Indonesia pada ranking ke-29 dengan label netizen paling tidak sopan se-asia Tenggara.

Untuk Vietnam menempati ranking ke-24, sementara Singapura masuk negara dengan tingkat kesopanan tinggi sejajar dengan UK dan Taiwan.

Menurut Feby tantangan yang dihadapi untuk memiliki DCI yang baik harus diperjuangkan masyarakat Indonesia.

Dengan membiasakan hidup dalam aturan baik di internet dan media sosial seperti menghargai perbedaan karena internet ranah yang sangat besar dan beragam.

Kemudian budaya untuk berpikir dulu sebelum membalas komentar atau menerima informasi, dan membiasakan untuk memberi jeda kepada diri sendiri sebelum merespons sesuatu.

“Kita juga perlu untuk siap membela diri sendiri dan mensupport orang lain yang mengalami kekerasan seksual berbasis online, mengalami cyberbullying, dan ujaran kebencian,” tuturnya.

Karakteristik interaksi di era digital sendiri meliputi menggunakan gawai atau perangkat teknologi yang memungkinkan anonimitas, pencitraan diri yang berbeda, serta pemalsuan identitas.

Hal itulah yang membuat cyberbullying dan ujaran kebencian bisa terjadi.

Komunikasi yang terjadi di ruang digital pun lintas batas dan waktu, yang memungkinkan percepatan dan kemajuan eksponensial di berbagai bidang.

Selanjutnya kepuasan yang didapat menjadi instan, berdampak pada kesehatan jiwa, perubahan gaya hidup.

Namun setiap warga digital perlu memahami  adanya rekam jejak terkait isu privasi tapi juga mekanisme kontrol dan perlindungan bagi individu, sehingga bisa lebih mawas diri berperilaku di internet.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS dan Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 92 kali dilihat,  92 kali dilihat hari ini



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.