NASIONAL

“Ahok Kelas Glodok”, Menjadi Ucapan Kontroversial Rizal Ramli

TIRAS.id

Legislator PDIP dari daerah pemilihan DKI Jakarta III itu menganggap twit Rizal bertendensi merendahkan.

TIRAS.id – “Ini hereui pisan 😀 ⁦@jokowi⁩ , kayak Indonesia kurang masalah  aja 😀🙏 Bermasalah, tidak punya corporate experiences, kelas Glodok. Banyak  executives yang jauh lebih baik kok. Kalau hutang budi, cukup Dubes, jangan buat pembelahan lagi,” demikian  twit dari mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

“Saya bingung Pak Jokowi cari masalah baru,” kata Rizal menyebut pengangkatan Ahok sebagai bos perusahan BUMN hanya akan menambah kontroversi yang tidak perlu.

Rizal Ramli menilai Presiden Jokowi hanya mencari masalah. Selain pernah bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya pengalaman korporasi.

Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi pejabat BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang lebih baik, bukan kelas Glodok.

Melalui twit yang ditautkan ke akun @jokowi di Twitter, Rizal menyebut Ahok sebagai sosok bermasalah dan tidak memiliki pengalaman di bidang korporasi.

“Masalah Indonesia ini sudah banyak. Ini (Ahok) orang bermasalah yang hanya akan menimbulkan kontroversi yang enggak perlu,” ungkap Rizal.

Adapun alasan Rizal tak setuju dengan rencana Presiden Jokowi tersebut karena Ahok memiliki track record yang tidak mulus dalam kariernya.

Bahkan ia menyarankan penunjukan bos perusahaan BUMN bisa ditunjuk dari sektor swasta yang lebih kompeten dari Ahok.

Rizal menyebutkan, salah satu contoh kasus yang mencoreng rekam jejak Ahok adalah pembelian lahan RS Sumber Waras saat Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Lebih lanjut Rizal menyebutkan jabatan yang cocok untuk Ahok.

“Seperti saya katakan kalau Mas Ahok itu paling ideal jadi Presiden Direktur dari Podomoro, gitu aja kok repot,” ujar Rizal Ramli sambil tertawa, dilansir dari tayangan di kanal Youtube Talk Show tvOne.

“Kalimat RR bukan hanya tendensius, analoginya pun menurut saya dangkal sekali. Apa yang dia maksud dengan kelas Glodok?” ujar Charles Honoris di Jakarta, Selasa (19/11).

Legislator PDIP dari daerah pemilihan DKI Jakarta III itu menganggap twit Rizal bertendensi merendahkan.

“Apa itu enggak merendahkan? Saya sebagai anggota DPR yang mewakili salah satunya daerah Glodok melihat warga di sana sama mulianya dengan warga lain,” ujar Charles.

Peraih penghargaan Ten Outstanding Young Persons (TOYP) 2018 dari Junior Chamber International (JCI) itu mengatakan, di Glodok ada banyak pedagang, karyawan, pekerja kasar, bahkan pemuka agama.

“Mungkin kontribusi mereka buat negara enggak kalah sama RR (Rizal Ramli, red) yang hanya lebih kencang saja teriaknya,” tutur Charles.

Ahok sendiri mengaku bertemu Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (13/11/2019).

Usai pertemuan tersebut Ahok mengungkapkan topik pembicaraannya dengan Erick Thohir.

Ahok mengatakan pertemuan selama 1,5 jam tersebut ia dan Erick Thohir membicarakan soal perusahaan BUMN.

“Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu saja,” ujar pria yang menyatakan diajak Erick Thohir untuk masuk dalam salah satu perusahaan BUMN.

Namun Ahok tidak mengungkapkan lebih jelas jabatan maupun posisi yang akan didudukinya nanti.

“Saya cuma diajak masuk ke salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara,” jelas Ahok.

 

 

Total Page Visits: 63 - Today Page Visits: 1
TIRAS.id

Tinggalkan Balasan