9 Ayah Berbagi Kiat Unik Cara Menjadi Ayah yang Baik

oleh


Menyandang status baru sebagai ayah menjadi kebahagiaan bagi lelaki yang sudah tak lajang lagi. Di samping kepala keluarga yang berhasil, bagaimana cara menjadi ayah yang baik akan diperjuangkan pria sejati.

Setiap Ayah pastinya memiliki trik tersendiri seperti apa jadi ayah terbaik versi mereka. Merujuk laman Fatherly, beberapa orang ayah membagikan kiatnya. Tidak selalu tips canggih, mereka menggunakan cara yang mungkin belum banyak terpikirkan selama ini.

Cara Menjadi Ayah yang Baik dengan Sederhana

1. Ingin Menjadi Ayah yang Baik? Jadilah Pendengar Ulung

Menjadi Ayah yang Baik dengan Sederhana

Kemajuan zaman nampaknya membuat keahlian mendengarkan jadi hal yang langka, semua manusia lebih banyak berbicara dan berpikir bagaimana cara membalas perkataan lawan bicara. Setujukah Anda?

“Saya mengikuti trik sederhana dari Mr. Rogers yang mengatakan: salah satu hal paling penting yang bisa Anda lakukan untuk anak adalah mendengarkan mereka. Itulah mengapa saat mereka berbicara, saya langsung mematikan TV dan menoleh untuk mendengarkan apa yang mereka inginkan.

Tidak selalu pernyataan, mereka kerap bertanya dan mengomentari segala sesuatunya. Selain mengajarkan kemampuan berbicara, sejatinya ini membangun kepercayaan diri. Saya selalu melakukan ini setiap hari, dan sekarang saya jadi tenang walaupun mereka sudah remaja karena mereka merasa didengarkan” – Dave, 70, Texas

Artikel terkait: Ngeselin tapi Bikin Ketawa, 50 Kumpulan Jokes Receh ala Bapak-Bapak

2. Biarkan Anak Memilih

Atas nama asam garam kehidupan, ada keinginan besar dalam diri orangtua untuk selalu menentukan pilihan. Alasannya: orangtua tahu yang terbaik. Namun, ayah satu ini memiliki pendapat berbeda.

“Ketika kami pergi berbelanja, saya harus selalu membeli buah dan sayuran. Dibanding memilih segalanya, saya membiarkan anak saya yang masih berusia 3 tahun untuk memilih. Dia sangat menikmati hal ini.

Yang saya lihat sebenarnya bukan belanja, saya menggunakan cara ini untuk mengajarkan dia kemandirian, mengembangkan keterampilan bicara, juga pola makan yang sehat. Sekarang dia selalu bersemangat setiap kali kami duduk bersama lalu makan buah dan sayuran segar” – Srikanth, 34, Tennessee

3. Ikuti Cara Anak, Menjadi Ayah yang Baik Masa Kini

Menjadi Ayah yang Baik dengan Sederhana

Siapa bilang orangtua harus selalu terdepan dalam kehidupan anak, ada kalanya kita membuka diri untuk mengikuti ritme anak.

“Sebagai atlet dan pelatih seumur hidup saya, saya menyadari bahwa dalam olahraga ada kompetisi. Contoh, meremehkan tim yang kelihatannya kurang oke akan membuat tim terdepan malah bersantai.

Setelah anak ketiga saya berusia 1 tahun, saya sadar selalu melakukan segala hal yang sebenarnya mampu dia lakukan sendiri. Kini, saya memilih fokus dan melibatkan semua anak dalam aktivitas harian di rumah.

Sesederhana menentukan jam makan atas persetujuan anak-anak, juga membiarkan mereka menaruh piring dan cangkir di meja makan. Simpel, tetapi ini mengubah kami sepenuhnya dan menghasilkan dampak luar biasa untuk rumah tangga kami” – Max, 33, Ohio

Artikel terkait: Sifat Ayah Berdasarkan Shio, Sesuaikah dengan Karakter Anda?

4. Penjarakan Mainan

“Seorang teman mengenalkan saya konsep penjara mainan. Intinya, saat anak-anak tidak melakukan yang semestinya – misalnya tidak membereskan mainan setelah bermain – saya akan mengumpulkan mainan mereka dan memasukkannya ke wadah plastik bertuliskan ‘penjara mainan’.

Butuh waktu untuk anak mencerna, tetapi lama kelamaan ini menyadarkan bahwa kalau mereka tidak melakukan tanggung jawab maka mainannya akan ‘menghilang sementara’. Satu-satunya cara adalah mereka harus melakukan sesuatu yang berbeda. Cara ini juga membuat mereka lebih ringan tangan membantu” – Julian, 38, Detroit

5. Cara Menjadi Ayah yang Baik: Menempatkan Diri Sebagai Anak

Menjadi Ayah yang Baik dengan Sederhana

Pusing tujuh keliling rasanya ketika mendapati balita mengamuk tanpa sebab, tetapi seorang Ayah melakukan hal tidak terduga.

“Sulit pastinya ketika balita tiba-tiba rewel tanpa kita tahu apa penyebabnya. Kalau sudah begini, Anda akan mencari tahu hal apa yang sudah mereka lakukan sehingga mereka jadi demikian.

Pada satu waktu, saya mencoba berpikir seperti balita. Saya tanamkan dalam diri betapa besar, misterius, dan menyeramkannya dunia ini. Dengan cara ini, kita akan tahu bahwa membimbing haruslah dari pengertian dan kebaikan. 

Kalau Anda hanya fokus mendorong anak menuruti apa kata orangtua, amukan itu akan terasa semakin masuk akal dan Anda semakin bingung karenanya” – Lance, 31

Artikel terkait: 7 Serial TV Barat Tentang Ayah Hebat dan Inspiratif, Para Ayah Wajib Nonton!

6. Tanyakan Hal Kalibrasi

Ada banyak pertanyaan yang lebih luas lebih dari 1+1 hasilnya berapa. Inilah yang disebut pertanyaan kalibrasi yang ternyata sangat dikenal di kalangan FBI!

“Saya adalah ayah dari 2 orang anak laki-laki, usianya 8 dan 12 tahun. Usia ini membuat mereka berdebat siapa yang akan mendapat scoop es krim lebih besar atau apa yang bisa kita makan hari Sabtu untuk makan malam.

Biasanya perdebatan ini menghabiskan waktu berjam-jam, sampai saya menemukan trik aneh justru ala FBI. Saya memilih berhenti dan bertanya pada mereka: apa yang sebaiknya dilakukan ya supaya kalian berdua mendapatkan apa yang kalian inginkan?

Percaya tidak percaya, itu ibarat pemadam api. Saya jadi tenang dan tidak harus menaikkan suara ketika akan mendiskusikan sesuatu dengan banyak kepala.” – Jesse, 42, Sweden

Cerita mitra kami

5 Ide Kado Spesial dari Ayah, Bikin Bunda Makin Sayang

Cara mengubur ari-ari dengan benar, panduan bagi para Ayah

7. Berikan Tugas Menantang

Menjadi Ayah yang Baik dengan Sederhana

“Kebanyakan orangtua hanya mengizinkan anak mereka melakukan pekerjaan yang ringan. Sedini mungkin, saya justru mengajarkan mereka bagaimana cara melakukan tugas yang sedikit menantang. Saya menuntun mereka sampai saya percaya dan tak lupa membiarkan mereka melakukannya dengan cara mereka.

Melakukan cara ini akan membuat anak lebih resposif, penolong, dan merasa menjadi seseorang yang berharga. Saya yakin sebagai Ayah, cara ini tepat untuk menumbuhkan mereka anak hebat di masa depan” – Robert, Connecticut

8. Menyiasati Jumlah Mainan

“Saya menyadari anak saya memiliki sangat banyak mainan, entah itu dari teman maupun keluarga. Mau dibuang rasanya sayang, karena dalam tumbuh kembangnya rasanya tidak bagus jika anak memiliki terlalu banyak mainan.

Jadi, ketika mereka menerima mainan sebagai kado ulang tahun saya membatasi hanya ada 5 yang mereka mainkan. Setiap bulannya, saya akan tukar mainan yang selama ini mereka abaikan dengan mainan lain yang sudah lama tidak ‘terlihat’ sehingga mereka akan merasa punya mainan baru!” – Isaac, 43, New York

9. Mencoba Trik Unik Membersihkan Rumah!

Rasanya sudah berapa kali beberes rumah hari ini, kenapa berantakan lagi? Bisa jadi, cara membereskan Anda kurang kreatif!

“Anda yang sudah menjadi orangtua pasti mengerti kalau di lantai mendadak ada glitter atau sisa potongan kertas dari proyek kerajinan tangan anak. Tanpa sadar, saya yakin sepertinya ini yang membuat vakum saya cepat rusak.

Seorang teman menyarankan agar saya menyimpan rol serat di sekitar rumah. Hasilnya, membereskan rumah terasa semakin mudah!” – Peter, 37, Philadelphia

Bagaimana, sudah siap mencoba cara unik menjadi ayah yang baik ini?

 

Baca juga:

id.theasianparent.com/laki-laki-sejati

id.theasianparent.com/melindungi-anak-perempuan

id.theasianparent.com/sigma-male

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.