5 Kontroversi yang Membuat Zhang Zhehan Diboikot China

oleh


Seorang aktor China, Zhang Zhehan, akhir-akhir ini menjadi sorotan. Pasalnya, pria berusia 30 tahun ini teracam bakal menghilang dari dunia hiburan China, bahkan di internet. Penyebab pemboikotan Zhehan sampai saat ini belum diketahui.

Namun, konon kabar yang berbedar langkah pemboikotan ini dilakukan untuk mengontrol budaya fans yang ada di China. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga para penggemar agar tidak terpengaruh hal-hal negatif idolanya.

Artikel terkait: Potret Xiao Zhan Pria Terganteng Tahun 2020, Yuk Kenalan!

Aktor ini memang sempat terlibat dalam beberapa skandal dan memang sempat membuat beberapa kontroversial. Lalu, siapa sebenarnya Zhang Zhehan? Ia merupakan aktor, atlet, dan penyanyi China.

Peran utama pertamanya adalah sebagai Wei Ying dalam drama sejarah China Legend of Ban Shu. Ia terkenal karena perannya dalam Legend of Yunxi, The Blooms at Ruyi Pavilion dan Word of Honor.

Kontroversi yang Dilakukan oleh Zhang Zhehan

Berikut ini kami bahas beberapa kontroversi yang dilakukan Zhehan sehingga ia diboikot.

Mengunjungi Kuil Jepang

Foto Bareng Dewi Soekarno dan 5 Hal yang Membuat Zhang Zhehan Diboikot China

Melansir dari The Star, Asosiasi Seni Pertunjukan China pada hari Minggu (15 Agustus) menyerukan boikot setelah foto dirinya di Kuil Yasukuni yang kontroversial di Jepang. Foto yang diambil pada tahun 2018 dan 2019 itu beredar online dan memicu kemarahan di kalangan netizen dan media Tiongkok.

Kuil Yasukuni dilihat oleh negara-negara tetangga Jepang sebagai simbol militerisme masa lalu negara itu dan tetap menjadi titik nyala ketegangan dengan China. Kuil itu menghormati korban perang Jepang, termasuk 14 pemimpin Perang Dunia II yang dihukum oleh pengadilan Sekutu sebagai penjahat perang. China, yang diduduki oleh Jepang dari tahun 1937 sampai 1945, tersinggung dengan kunjungannya ke kuil tersebut.

Datang ke Kuil Nogi

Foto Bareng Dewi Soekarno dan 5 Hal yang Membuat Zhang Zhehan Diboikot China

Selain mengunjungi kuil Yasukuni, Zhehan juga diketahui sempat mengunjungi kuil Nogi pada tahun 2019. Ia berada di kuil tersebut untuk menghadiri acara pernikahan anak mantan perdana menteri Junichiro Koizumi yang masih keturunan petinggi militer Jepang. Hal inilah yang memantik kemarahan masyarakat China.

Artikel terkait: 13 Aktor Berjuluk Ahjussi Rasa Oppa: Tampan dan Berkharisma, Siapa Saja Mereka?

Berfoto dengan Dewi Soekarno

Zhang Zhehan

Dewi Soekarno merupakan salah satu istri dari presiden pertama Indonesia, Soekarno. Ketika menghadiri acara pernikahan di kuil Nogi tersebut, Zhang Zhehan juga tampak sempat berfoto dengan Dewi Soekarno. Hal ini pun sempat menimbulkan kontroversi publik lantaran sosok Dewi di mata masyarakat China yang sering mendapatkan kritik karena dianggap memberikan pandangan yang keliru tentang okupasi Jepang.

Dihapus dari Internet

Zhang Zhehan

Tidak lama setelah itu, akun media sosial yang dimiliki oleh Zhehan pun akhirnya tidak bisa diakses. Akun Weibo yang dimiliki oleh Zhehan pun sudah tidak bisa diakses. Rupanya, hal ini disebabkan oleh pandangan Zhehan yang dianggap tidak nasioanlistik.

Pihak Weibo pun sempat menyayangkan kasus Zhehan ini. Sebab, bagaimana pun, Zhehan merupakan public figure sehingga seharusnya mengetahui sejarah dasar negaranya. Dengan demikian, para penggemar yang lebih muda pun akan mengetahuinya.

Puluhan Perusahaan China Membatalkan Kontrak dengan Zhang Zhehan

Zhang Zhehan

Melansir dari Business of  Fashion, terlepas dari surat permintaan maaf yang dikeluarkan dengan cepat dari Zhang, 25 merek, termasuk Lanvin, Pandora dan toko perhiasan Jepang, Tasaki, telah menjauh dari aktor muda tersebut. Mereka mengakhiri kontrak dan menghapus referensi ke Zhang dari akun media sosial mereka, The South China Morning Post melaporkan.

Artikel terkait: 4 Fakta Vicky Zhao yang Diberangus China dari Dunia Maya

***

Demikian kasus Zhang Zhehan. Secara keseluruhan, kasus pemboikotan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan Zhehan tentang sejarah bangsanya. Tak heran, karena kurangnya pengetahuan sejarah, masyarakat China menjadi marah. Belajar sejarah memang tidak hanya perkara menghafal tahun, tetapi juga meningkatkan sensitivitas manusia pada umumnya.

 

Baca juga:

id.theasianparent.com/artis-korea-keturuan-bangsawan

id.theasianparent.com/artis-korea-beragama-islam

id.theasianparent.com/aktor-korea-hot-daddy

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.