Tim Teknis Polri, Akhirnya Mengungkap Kasus Penyiraman Air Keras Novel

TIRAS.id

TIRAS.id — Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah memasuki batas waktu. Tak hanya Novel yang menunggu hasil temuan, tapi masyarakat anti korupsi.

Dalam beberapa waktu lalu,  Polri menyebut masih gelap.

Akan tetapi, Presiden Jokowi menyebut kepolisian akan mengungkap siapa sebenarnya pelaku dan dalang pelaku yang membuat diri, penyidik senior KPK itu cedera seumur hidup.

Proses ini terungkap ada langkah maju, ketika Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis dipanggil Presiden, untuk  menyampaikan laporan penanganan kasus penyiraman air keras Novel.

Senin (9/12) sore, Jokowi menanyakan perkembangan kasus itu.  Kasus ini, sudah berjalan lebih dari dua tahun sejak kejadian, 11 April 2017.

Tim teknis sudah menemukan alat bukti dan petunjuk yang signifikan dalam kasus ini. Pihaknya sudah memeriksa sekitar 37 saksi, 114 toko bahan kimia, hingga 38 titik CCTV.

Divisi Humas Polri langsung mengeluaran pernyataan, bahwa ada temuan baru yang mengarah pada kesimpulan berkaitan dengan teror yang menimpa penyidik senior KPK itu.

Sementara itu, dalam acara peluncuran buku dan bincang di kantor media massa, Novel menekankan bahwa tuntutannya agar polisi menemukan pelaku penyiraman air keras bukan atas motivasi benci. Ia mengatakan sudah menerima kondisinya dan memaafkan pelaku.

Namun, ia mengatakan kasus ini harus diungkap, supaya tidak ada orang lain yang menjadi korban teror. “Saya lebih suka melihat realisasinya saja, daripada, saya terus mengomentari janji,” kata Novel, penyidik senior KPK.

Novel Baswedan mengaku sudah memaafkan pelaku, dalam wawancara dengan Pemimpin Redaksi Majalah Matra / CEO majalah Eksekutif (S.S Budi Rahardjo)

 

 

Tinggalkan Balasan