“Alergi, Flu, Dan Corona”

oleh -1 views

POJOK News

“Berawal Alergi, Berakhir Bisa Positif COVID-19”

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researher)

Infografis yang dirilis Rumah Sakit Bangkok di Akun Facebook-nya, sebenarnya sudah lama diketahui. Bahkan, (alm) Mantan Menteri Kesehatan RI era Presiden SBY pernah mempopularkan keampuhan khasiat ‘obat generik’ untuk penyakit umum; termasuk alergi dan flu.

Sebelum masa Pandemi COVID-19, sudah banyak menyebar ragam penyakit alergi, hepatitis (A, B, C, D, E), dan Flu (Flu Singapura, Flu Hongkong, Flu Burung, dan Flu Babi). Tak ada yang menyangka kalau ‘penyakit umum’ tersebut bisa “berkembang-biak cepat melahirkan” Virus Corona (beberapa varian, termasuk Delta). Dampak ‘climate change’, selain melemahnya imun (daya tahan tubuh), disebut ikut mempengaruhi tertularnya Virus Corona.

Misalnya, anomali cuaca sejak Kamis sampai Sabtu (19-21 Agustus 2021) yang tiba-tiba hujan setelah seharian panas yang menyengat di sebagian Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur) dan Jawa Barat (Bogor, Ciawi, Leuwiliang) membuat kondisi tubuh agak “terganggu”.

Hari Kamis dan Jumat, di jalan-jalan Jakarta, begitu ramai dan padat. Sabtu malam, sepanjang UKI Cawang sampai Ciawi dan Ciawi sampai Leuwiliang, mendadak sepi setelah Shalat Isya sampai tengah malam. Meski Busway dan Kereta Api sebelum jam 21.00 WIb sudah berhenti beroperasi, namun Ojol dan Angkot masih banyak di jalan-jalan dan penumpangnya pun penuh meski tak ada kemacetan di jalan-jalan.

Belum diketahui, apakah kerumunan di Angkot dan Busway yang padat penumpang; juga kegiatan di ruang-ruang tertentu seperti di Tempat Ta’lim ada di antara mereka yang tertular COVID-19 dan/atau hanya kena alergi dan flu biasa — karena pada masa PPKM, ‘social distancing’ masih di-‘warning’.

Bahkan, di beberapa tempat, banyak yang tidak lagi menggunakan masker dengan alasan sudah ‘Zona Hijau’, kondisi di bawah ‘Level 3’, dll. Karena memang, tak ada informasi yang jelas (via spanduk, penyuluhan, media massa, dll) mengenai ‘pemetaan kawasan dan/atau area’ yang diklasifikasikan sebagai Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1. Karena itu, meski di Jawa Timur sudah banyak kelonggaran, via akun Facebook-nya, Presiden RI Ir Joko Widodo tetap mengingatkan supaya waspada dan melakukan tindakan preventip sebagai antisipasi penularan COVID-19; yang tiga hari terakhir ini, ada tambahan sekitar 5.000 pasien Covid-19 yang meninggal. Apalagi, belum seratus persen Vaksin dilakukan sebagai “langkah terakhir membentengi tubuh” dari serangan Virus Corona dan Delta.
*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.