“Jangan Sampai Salah Informasi”

oleh -8 views

POJOK News

“Salah Paham Informasi”

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researcher)

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 34 Tahun 2021), yang mengatur kegiatan di pusat perbelanjaan di sejumlah wilayah telah diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen dan rumah makan atau restoran 25 persen (dengan menerapkan standar protokol kesehatan), bisa diterapkan dengan baik di Kabupaten & Kodya Bogor.

Bahkan, sejak pagi sampai ‘sepenggalah matahari’, angkot-angkot sepi penumpang jurusan Leuwiliang-Bogor. Memang, hari ini Hari Libur Nasional, “Dulu sih biar 17 Agustusan, banyak anak sekolah dan orang kantor yang ikut upacara, jadi ramai penumpang, ” kata Bapak Tua Beruban, Supir Angkot.

Di sepanjang perjalanan, juga di wilayah Kodya Bogor, pengunjung Mal dan Pasar juga sepi (Pasar dan Mal dekat Stasiun Kereta Api, Botani Square, Lippo Plaza, dll); beberapa Rumah Makan dan Restoran, juga rata-rata ada pengunjung sekitar seperempatnya. Sementara, meski tidak macet, Jalan-jalan tetap ramai oleh berbagai jenis kendaraan bermotor.

“Ada juga beberapa pasien yang datang, ” kata Bunda Murni (Nyonya M. R. Murni W.), “Meski sebenarnya praktek tutup, tapi karena sudah langganan, saya layani juga.”

Bahkan, menurut pengakuan Bidan berpengalaman kerja puluhan tahun, yang jadi salah satu penasehat satu-satunya yang bukan berprofesi dokter di IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Bogor yang buka praktek di Tajur, (Ciawi, Bogor, Jawa Barat); tamunya ada juga yang dari RRI dan media lain. Tak semuanya wanita hamil yang memeriksakan kandungan dan/atau memerlukan jasa melahirkan bayi.

Sebenarnya, seperti Rumah Sakit dan Klinik serta Apotik, tempat praktek jasa kesehatan alternatif dan Bidan tak ada larangan tutup. Hanya saja, para pasien yang enggan keluar rumah karena PPKM Level 4. Kecuali, beberapa pasien yang “Sudah jadi langganan saya…. ” Bunda Murni memberitahukan.

Dan, ada juga beberapa tempat (seperti dekat Terminal Baranangsiang Bogor) yang terpasang spanduk besar bertuliskan tempat vaksin, ramai dikunjungi; juga oleh banyak pelajar, meski tak berseragam sekolah, yang antri mau vaksin.
*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.