“Alternatif Usaha Di Masa Pandemi Covid-19”

oleh -4 views

“Kembali Ke Desa”

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researcher)

“Saya nggak menguasai A sampai Z… A sampai T lah.. .. ” demikian Ade Rusli “merendah”, mengenai penguasaan budi daya tambak ikan darat; berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun bekerja sebagai Penyuluh Perikanan, yang banyak berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia.

Menjelang pensiun tahun depan, Ade Rusli sudah bersiap-siap merencanakan usaha baru tambak ikan dengan penerapan metoda baru berdasarkan pengalaman empiriknya sebagai Penyuluh yang banyak melakukan studi banding ke kampung-kampung yang ada usaha budi daya tambak ikan.

“Pilihan lokasinya, nanti dipilih di daerah yang harga atau sewa lahannya lebih murah, ” tutur Ade Rusli; mengingat sistem transportasi yang ada sudah lebih maju dan menjangkau sampai ke pelosok desa atau perkampungan di daerah.

Usaha tersebut, nantinya, akan dijadikan ‘pilot project’ usaha sekaligus sebagai konsultan. Saat ini, Ade Rusli sedang menyiapkan segala sesuatunya, termasuk membuat sebuah buku tentang Tips Praktis Budi daya Ikan (Ikan Nila, dll).

Di daerah Cibungbulang, (Bogor, Jawa Barat), seperti juga yang dikelola Pak Trison di Kabupaten Tangerang (Banten) yang bisa berkembang, tambak ikan bisa dijadikan alternatif usaha di masa pandemi COVID-19 atau sesudahnya. Seperti halnya juga pertanian dan perkebunan rakyat, usaha ‘agriculture’ sudah menjadi tradisi usaha-kerja (petani pemilik merangkap pekerja) secara turun-temurun. Di zaman modern, yang membedakan hanya alat bantu dan metodologi budidayanya.

Sementara itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, (Instruksi Mendagri Nomor 34 Tahun 2021), diatur bahwa kegiatan di pusat perbelanjaan di sejumlah wilayah telah diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen dan rumah makan atau restoran 25 persen; dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Sehingga, masih banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seperti budi daya ikan tambak; yang bisa dikerjasamakan secara sinergis.
*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.