“Romantika Hidup Selama Pandemi Covid-19”

oleh -13 views

POJOK News

“Romantika Selama Pandemi COVID-19”

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researcher)

Berdua dengan istrinya, Pak Anggi (Pensiunan Pegawai Logistik Angkasa Pura) mencopot spanduk bertuliskan ‘Rumah Dijual’ dan memperindahnya untuk jualan ‘online’ kopi (tak lagi mau menjual rumahnya; tak seperti rumah tetangganya yang mau dijual tapi tak laku). Ada juga dua rumah yang sudah rusak tak sempat direnovasi. Dan, warung kecil di rumah samping Masjid dan TK yang tutup selama sekolah diliburkan.

Hal tersebut terjadi di Perumahan Pondok Pucung, belum lagi tempat-tempat lainnya yang terdampak Pandemi COVID-19: mau jual mobil di Pamulang, mau jual rumah dan Cafe bangkrut di Depok, terpaksa pindah dari Bogor ke Parung numpang di rumah adiknya, pemilik kantin di TVRI yang meninggal, pedagang asongan sepeda yang ‘kucing-kucingan’ dengan Petugas Satpol PP, dll.

“Saya sudah habis lima ratus juta rupiah lebih, ” kata suami artis dangdut Anissa Bahar. “Saya sekarang jualan Minuman Jahe, ” tambah Mirza, kameraman film. Dan, masih banyak lagi cerita lain; termasuk belasan orang rekan wartawan dan seniman yang wafat selama Pandemi COVID-19.

Namun, ada juga yang ‘naik kelas’ seperti Adi Siahaan, yang sekitar enam tahun jadi supir ‘Ojol’ sepeda motor sambil jualan ‘online’ produk konsumsi lalu “Sekarang, ‘gue udeh in drive’ pakai mobil, ” katanya; yang pernah mengajak Penulis sampai begadang dan mengantar barang sampai ke kawasan belakang Bandara Soekarno-Hatta (‘Go Food’) supaya bisa ikut merasakan pengalaman romantika kerjanya.

Sementara itu, laporan dari siaran radio Delta FM, pihak WHO mengumumkan bahwa kemungkinan Pandemi COVID-19 baru akan berakhir sampai akhir tahun 2022. Karena, di seluruh dunia, pelaksanaan program vaksin baru mencapai sekitar 40 persen. Romantika hidup akan terus berlanjut; apalagi, rilis dari United Nations, rata-rata ada korban pasien meninggal akibat virus Hepatitis (A, B, C, D, E) per tahun di seluruh dunia. Belum lagi musibah lainnya, seperti Gempa Topan-Badai, Banjir Bandang, Kebakaran, Kecelakaan, dll.
*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.