“Identifikasi Lokasi Level 1, 2, 3, 4”

oleh -11 views

POJOK News

“Surat Edaran Lokasi Atau Kawasan Level 1, 2, 3, 4 Belum Dipublikasikan”

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researcher)

Mantan Walikota Tangsel (Banten) Airin Rachmi sudah mengingatkan setahun silam bahwa informasi faktual Pandemi COVID-19 berdasarkan pengklasifikasian ‘zona’ lebih definitip lagi… (Sampai RW & RT)….

Anomali cuaca bersicepat dengan pergerakan mobilitas masyarakat, yang meski ada ‘Penyekatan Jalan’ di lokasi atau jalur arah jalan tertentu dan penutupan jalan (portal) di sebagian perumahan yang biasa dijadikan ‘jalan pintas’, namun tak terlihat spanduk bertuliskan, misalnya: ‘Zona Level 1, 2, 3, atau 4’. Maksudnya, selain bisa “ditangani secara khusus” oleh Tim Satgas COVID-19, masyarakat juga bisa menghindari lokasi-lokasi tertentu tersebut dan/atau bisa mengantisipasi dengan, misalnya, menggunakan masker tiga lapis.

Apalagi, selain pengendara ‘Ojol’, pedagang gerobak keliling juga mulai ramai keluar-masuk perumahan dan/atau perkampungan di kawasan Jombang (Tangsel), contohnya; dan/atau berjualan di lokasi tertentu di tepi jalan tanpa batasan aturan ‘jam buka & tutup’ seperti halnya Pasar Tradisional, Rumah Makan, Tempat Potong Rambut, dll.

“Tergantung pembelinya, ” kata Penjual Nasi Goreng Gerobak, “kalau lagi ramai, bisa sampai tengah malam…. ” Dan, bahkan ada juga yang buka 24 jam seperti Warung Kelontongan Kecil di banyak tepi jalan. Sementara, kenyataanya memang, trafik lalu-lintas selalu ramai sampai pagi di jalan-jalan tertentu.

Padahal, ada korelasinya antara tingkat emisi kendaraan bermotor (polutan) dan ‘kotoran’ yang berterbangan terbawa angin; atau kombinasi keduanya; yang, jika terkontaminasi bakteri-virus-bakteri, akan lebih cepat berkembang-biak dan menyebar-menular di tengah kondisi anomali cuaca ekstrim ‘Climate Change’.

Obrolan informal di tempat tongkrongan lokasi tertentu malah menginformasikan bahwa yang banyak tertular (positif COVID-19) justru yang sudah Tes Antigen/VCR/dll dan/atau yang sedang ‘Isolasi Mandari’ di rumah-rumah. Ada relevansinya dengan informasi dari Tim Satgas COVID-19.go.id yang juga menyatakan bahwa ada kemungkinan bisa sembuh sendiri selama ‘Isolasi Mandiri’ meski tanpa dirawat (‘ringan dan sedang’) — yang “berat” tentu saja, meski dirawat di rumah-sakit, kemungkinan juga bisa meninggal.
*****

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.